cakupan materi bahasa indonesia
I. PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Materi pembelajaran hendaknya memperhatikan prinsip-prinsip yang perlu digunakan dalam menentukan cakupan materi pembelajaran yang menyangkut keluasan dan kedalaman materinya. Keluasan cakupan materi menggambarkan berapa banyak materi yang dimasukkan ke dalam suatu materi pembelajaran, sedangkan kedalaman materi menyangkut seberapa detail konsep-konsep yang terkandung di dalamnya harus dipelajari atau dikuasai oleh siswa.
Ada dua aspek dalam keterampilan atau kemampuan berbahasa, yakni keterampilan berbahasa reseptif dan keterampilan berbahasa produktif. Keterampilan berbahasa reseptif adalah terampil atau mampu menerjemahkan kembali kode-kode bahasa menjadi sebuah makna dalam komunikasi baik lisan maupun tertulis. Sedangkan keterampilan berbahasa produktif adalah terampil atau mampu membuat kode-kode kebahasaan yang bermakna dalam komunikasi baik lisan maupun tertulis. Bidang kajian yang terkait dengan materi atau bahan ajar sangat banyak. Setidaknya, dikelomokkan menjadi kelompok bahan ajar kebahasaan, keterampilan berbahasa, serta kesusastraan. Bidang pengajaran bahasa dan sastra indonesia, rung lingkupnya bisa mencakup: aspek kebahasaan yang terdiri dari sistem bunyi (fonem), kata (morfem), kalimat (sintkas) sampai makna (semantik). Sementara aspek keterampilan berbahasa terdiri dari keterampilan reseptif (menyimak dan membaca) dan keterampilan produktif (berbicara dan menulis). Sedangkan aspek kesusastraan meliputi puisi, prosa, dan drama.
1.2 Rumusan Masalah
Apa saja cakupan materi ajar Bahasa Indonesia SD?Bagaimanakah pembelajaran Bahasa Indonesia secara terpadu?Bagaimana analisis cakupan materi ajar Bahasa Indonesia SD yang terdapat dalam buku paket Bahasa Indonesia SD kelas 4 semester 2?
1.3 Tujuan
Menjelaskan cakupan materi ajar Bahasa Indonesia SDMenjelaskan pembelajaran Bahasa Indonesia secara terpaduMenjelaskan analisis cakupan materi ajar Bahasa Indonesia SD yang terdapat dalam buku paket Bahasa Indonesia SD kelas 4 semester 2
II PEMBAHASAN
2.1 Cakupan Materi Ajar Bahasa Indonesia SD
Bahasa memiliki peran sentral dalam perkembangan intelektual, sosial, dan emosional peserta didik dan merupakan penunjang keberhasilan dalam mempelajari semua bidang studi. Pembelajaran bahasa Indonesia diarahkan untuk meningkatkan kemampuan peserta didik untuk berkomunikasi dalam bahasa Indonesia dengan baik dan benar, baik secara lisan maupun tulis, baik reseptif maupun produktif, yang diharapkan dapat menunjang keberhasilan siswa dalam mempelajari bidang studi lain (Azmy, Bahauddin. 2012:2).
Cakupan atau ruang lingkup materi perlu ditentukan untuk mengetahui apakah materi yang harus dipelajari oleh murid terlalu banyak, terlalu sedikit, atau telah memadai sehingga sesuai dengan kompetensi dasar yang ingin dicapai. Cakupan materi ajar Bahasa Indonesia SD terdiri dari aspek kebahasaan, keterampilan, dan kesusastran. Aspek kebahasaan meliputi sistem bunyi (fonem), kata (morfem), kalimat (sintkas) sampai makna (semantik). Aspek keterampilan meliputi keterampilan reseptif (menyimak dan membaca) dan keterampilan produktif (berbicara dan menulis). Sedangkan aspek kesusastraan meliputi puisi, rosa, dan drama.
Bahan ajar atau materi ajar merupakan seperangkat materi pembelajaran
(teaching materials) yang disusun secara sistematis, menampilkan sosok utuh dari
kompetensi yang akan dikuasai siswa dalam kegiatan pembelajaran (website
Dikmenjur Depdiknas). Ketersediaan bahan ajar merupakan tanggung jawab pendidik yang berfungsi sebagai pedoman bagi pendidik yang akan mengarahkan semua aktivitasnya dalam proses pembelajaran, sekaligus merupakan substansi kompetensi yang seharusnya diajarkan kepada siswa; pedoman bagi siswa yang akan mengarahkan semua aktivitasnya dalam proses pembelajaran, sekaligus merupakan substansi kompetensi yang seharusnya dipelajari/dikuasainya; dan alat evaluasi pencapaian/penguasaan hasil pembelajaran (Direktorat Pembinaan SMA, 2008: 6)
2.1.1 Kebahasaan
Aspek kebahasaan bahasa Indonesia meliputi, aspek bunyi, bentukan kata, kalimat, dan makna. Aspek kebahasaan tidak secara eksplisit dituangkan di dalam KTSP, namun dalam pembelajaran bahasa Indonesia aspek kebahasaan tidak dapat dipisahkan dari komponen keterampilan berbahasa dan bersastra. Aspek kebahasaan merupakan unsur pembentuk bahasa yang dipakai dalam kegiatan berbahasa. Pembelajaran aspek kebahasaan bukan hal yang dapat begitu saja ditinggalkan dalam pembelajaran bahasa Indonesia, namun juga bukan berarti dominasi pembelajaran bahasa dilakukan pada aspek kebahasaan (Azmy, Bahauddin. 2012:7).
Materi pembelajaran kebahasaan, meliputi bunyi atau huruf, lafal, intonasi, kata, kalimat, dan makna. Materi pembelajaran kebahasaan di kelas awal SD meliputi pengenalan bunyi atau huruf, lafal, intonasi, kata, dan kalimat sederhana. Materi pembelajaran kebahasaan di kelas tinggi SD, meliputi merangkai kata menjadi kalimat dengan bahasa yang baik dan benar (ejaan yang tepat dan pilihan kata yang tepat dan santun).
a. Bunyi (Fonem)
Fonem adalah unsur bahasa yang terkecil dan dapat membedakan arti atau makna (Gleason,1961: 9).
b. Lafal
Lafal adalah suatu cara seseorang atau sekelompok orang dalam mengucapkan bunyi bahasa. Bunyi bahasa Indonesia meliputi vokal, konsonan, diftone, gabungan konsonan.
c. Intonasi
Intonasi adalah naik turunnya lagu kalimat. Intonasi berfungsi sebagai pembentuk makna kalimat
d. Kata (Morfem)
Morfem adalah bentuk terkecil yang dapat membedaka makna dan atau mempunyai makna. Wujud morfem dapat berupa imbuhan, klitika, partikel dan kata dasar (misalnya –an, -lah, -kah, bawa). Sebagai kesatuan pembeda makna, semua contoh wujud morfem tersebut merupakan bentuk terkecil dalam arti tidak dapat lagi dibagi menjadi kesatuan bentuk yang lebih kecil. (Lamuddin, 2012:4)
Menurut bentuk dan maknanya, morfem dikelompokkan menjadi 2 yaitu morfem bebas dan morfem terikat. Morfem bebas, yaitu morfem yang berdiri sendiri dari segi makna tanpa harus dihubungkan dengan morfem yang lain. Semua kata dasar tergolong morfem bebas. Morfem terikat, yaitu morfem tidak dapat berdiri sendiri dari segi makna. (Lamuddin, 2012:5)
Makna morfem terikat baru jelas setelah morfem itu dihubungkan dengan morfem lainnya. Semua imbuhan (awalan, sisipan, akhiran, serta kombinasi awalan dan akhiran) tergolong sebagai morfem terikat. Selain itu unsur-unsur kecil seperti klitika, partikel, dan bentuk lain yang tidak dapat berdiri sendiri, juga tergolong sebagai morfem terikat.
e. Kalimat (Sintkas)
Kalimat adalah satuan bahasa terkecil dalam wujud lisan atau tulisan yang mengungkapkan suatu pikiran yang utuh . kalimat ada yang berupa fakta ada pula yang berupa opini. (Widjono, 2010:11)
Kalimat fakta adalah kalimat yang berisi peristiwa atau berita yang pasti. Mempunyai data yang valid dan dapat dibuktikan. Sedangkan kalimat opini adalah kalimat pernyataan yang berupa perkiraan atau pendapat terhadap suatu hal baik yang tidak pasti atau belum terjadi, tidak membutuhkan data yang valid dan bersifat subjektif.
2.1.2 Keterampilan Berbahasa
Komunikasi menurut Tohir, Muhammad (2011) adalah hubungan antara manusia yang satu dengan manusia yang lainnya. Dalam melakukan interaksi komunikasi, manusia tidak bisa terlepas dari komunikasi lisan dan tulisan. Dilihat dari segi aktivitas, ketrampilan komunikasi terbagi menjadi dua yaitu ketrampilan reseptif dan ketrampilan produktif. Ketrampilan reseptif yang terdiri dari membaca dan mendengarkan tidak bisa dipisahkan dengan berbicara dan menulis yang merupakan ketrampilan produktif. Produktif adalah sikap aktif dari manusia dalam menghasilkan sesuatu yang telah diperolehnya.
a. Aspek Keterampilan Berbahasa Reseptif
Aspek keterampilan berbahasa reseptif meliputi mendengarkan/menyimak dan membaca.
1. Mendengarkan/Menyimak
Menyimak merupakan kegiatan berbahasa yang dilakukan dalam bentuk reseptif lisan. Menyimak dapat diartikan sebagai aktivitas penggunaan alat pendengaran secara sengaja yang bertujuan untuk memperoleh pesan atau makna dari apa yang disimak. Dalam KTSP SD dirumuskan standar kompetensi lulusan
untuk keterampilan menyimak adalah memahami wacana lisan berbentuk perintah, penjelasan, petunjuk, pesan, pengumuman, berita, deskripsi berbagai
peristiwa dan benda di sekitar, serta karya sastra berbentuk dongeng, puisi, cerita, drama, pantun dan cerita rakyat (Azmy, Bahauddin. 2012:9).
Mendengarkan/menyimak dapat terjadi dalam 2 situasi yang berbeda, yaitu secara interaktif dan non-interaktif. Mendengarkan/menyimak secara interaktif terjadi dalam percakapan tatap muka melalui telepon/sejenisnya dimana komunikasi terjadi secara bergantian antara penutur yang satu dengan penutur yang lainnya (2 orang/lebih) yang melakukan aktivitas mendengarkan dan berbicara sehingga memiliki kesempatan bertanya guna mendapatkan penjelasan, meminta lawan bicara mengulang apa yang telah diucapkan/meminta penutur untuk melambatkan tempo bicaranya.
Mendengarkan/menyimak secara non-interaktif berlangsung tanpa ada penutur yang berhadapan langsung dengan penuturnya. Situasi ini memiliki kelemahan yaitu tidak dapat meminta penjelasan dari pembicara, tidak dapat meminta pembicara mengulangi apa yang diucapkannya, dan tidak dapat meminta pembicaraan diperlambat.
2. Membaca
Membaca adalah keterampilan reseptif bahasa tulis yang bertujuan untuk memahami isi bacaan dan maksud penulisnya (Mulyati, 2008). Membaca merupakan kegiatan berbahasa yang dilakukan dalam bentuk reseptif tulis. Keterampilan membaca merupakan modal dasar yang sangat krusial untuk menunjang keberhasilan belajar siswa. Kurang terampilnya siswa dalam membaca dapat menyebabkan terhambatnya siswa untuk mempelajari bidang studi lain. Dalam KTSP SD dirumuskan standar kompetensi lulusan untuk keterampilan membaca adalah menggunakan berbagai jenis membaca untuk memahami wacana berupa petunjuk, teks panjang, dan berbagai karya sastra untuk anak berbentuk puisi, dongeng, pantun, percakapan, cerita, dan drama.
Membaca dikelmpokkan menjadi 2 bagian yaitu membaca permulaan dan membaca lanjut. Membaca permulaan adalah tahap awal dalam belajar membaca yang difokuskan kepada mengenal symbol-simbol atau tanda-tanda yang berkaitan dengan huruf-huruf, sehingga menjadi pondasi agar dapat melanjutkan ke tahap membaca lanjut (Dalwadi, 2002). Sedangkan membaca lanjut adalah anak tidak sekedar mengenal symbol atau tanda-tanda tapi sudah mulai mempergunakannya untuuk membaca kata atau kalimat sehingga anak memahami apa yang dibacanya (Amin, 1995).
Pada tahap membaca permulaan anak lebih diarahkan kepada membaca huruf atau kata (Shodiq, 1996). Tahap membaca permulaan dilakukan pada masa peka yaitu usia enam atau tujuh tahun bagi anak normal dan sembilan tahun bagi anak tunagrahita. Tahap membaca permulaan merupakan saat kritis dan strategis dikembangkannya kemampuan membaca tanpa teks yaitu membaca dengan cara menceritakan gambar situasional yang tersedia.
b. Aspek Keterampilan Berbahasa Produktif
1. Berbicara
Berbicara merupakan keterampilan berbahasa lisan yang bersifat produktif. Jenis situasi dalam berbicara meliputi: 1) sistuasi interaktif, missalnya percakapan secara tatap muka dan berbicara lewat telepon yang memungkinkan adanya aktivitas pergantian antara berbica ra dan mendengarkan; 2) situasi semi-interaktif, misalnya sitiuasi berpidato dihadapan umum secara langsung. Audiens memang tidak dapat melakuka interupsi terhadap pembicara, namun pembicara dapat melihat reaksi pendengar dari ekspresi wajah dan bahasa tubuh mereka; dan 3) situasi non-interaktif, misalnya berpidato lewat radio/TV. Audiens sama sekali tidak bisa melakukan komunikasi secara langsung dengan narasumber karena berada dalam dua dimensi media yang berbeda.
2. Menulis
Menulis merupakan salah satu aspek kemamouan berbahasa yang bersifat produktif. Kemampuan ini biasanya hadir setelah seseorang diidentifikasi mampu menguasai tiga kemampuan berbahasa lainnya. Kemampuan membaca seseorang biasanya sangat berpengaruh terhadap tingkat kemampuan menulis seseorang.
Menulis merupakan kegiatan berbahasa yang dilakukan dalam bentuk kegiatan produktif tulis. Menulis dapat diartikan sebagai kegiatan mengungkapkan pikiran, perasaan, dan informasi dalam bentuk tulis. Keterampilan menulis juga memegang peranan penting bagi keberhasilan belajar siswa. Dalam KTSP SD dirumuskan standar kompetensi lulusan untuk keterampilan menulis adalah melakukan berbagai jenis kegiatan menulis untuk mengungkapkan pikiran, perasaan, dan informasi dalam bentuk karangan sederhana, petunjuk, surat, pengumuman, dialog, formulir, teks pidato, laporan, ringkasan, parafrase, serta berbagai karya sastra untuk anak berbentuk cerita, puisi, dan pantun.
2.1.3 Kesusastraan
Pengertian sastra menurut Sumarno dan Saini (dalam situsnya http://sugikmaut.blog.com/)adalah ungkapan pribadi manusia berupa pengalaman, pemikiran, perasaan, gagasan, semangat, keyakinan, dalam suatu bentuk gambaran kongkret yang membangkitkan pesona dengan alat-alat bahasa. Pembelajaran sastra di SD ditekankan pada apresiasi sastra Indonesia, khususnya pada apresiasi sastra anak. Yang dimaksud dengan sastra anak adalah karya sastra untuk konsumsi anak, yang dapat ditulis oleh orang dewasa maupun oleh anak. Seperti halnya karya sastra secara umum, sastra anak juga meliputi puisi anak, cerita anak, dan drama anak.
a. Puisi
Salah satu materi karya sastra anak adalah puisi. Karakteristik puisi adalah
adanya baris, bait, dan penggunaan bahasa yang indah. Dalam pembelajarannya, puisi dapat dipakai sebagai media apresiasi reseptif maupun produktif. Unsur-unsur yang ada dalam puisi itu berupa emosi, imajinasi, pemikiran, ide, nada, irama, kesan pancaindera, susunan kata, kata kiasan, kepadatan, dan perasaan yang bercampur-baur.
b. Prosa
Kata prosa berasal dari bahasa latin “prosa” yang artinya “terus terang”. Jenis tulisan prosa biasanya digunakan untuk mendeskripsikan suatu fakta atau ide. Karenanya, prosa dapat digunakan untuk surat kabar, majalah, novel, ensiklopedia, surat, serta berbagai jenis media lainnya.prosa juga dibagi dalam dua bagian,yaitu prosa lama dan prosa baru. Prosa lama adalah prosa bahasa indonesia yang belum terpengaruhi budaya barat. Sedangkan prosa baru ialah prosa yang dikarang bebas tanpa aturan apa pun. Jenis prosa lama meliputi: hikayat, kisah, dongeng, dan cerita berbingkai. Sedangkan jenis prosa baru meliputi: roman, novel, cerpen, riwayat, kritik, resensi, esai (http://id.wikipedia.org/wiki/Prosa).
c. Drama
Drama adalah suatu aksi atau perbuatan (bahasa Yunani). Sedangkan dramatik adalah jenis karangan yang dipertunjkkan dalam suatu tingkah laku, mimik, dan perbuatan. Orang yang memainkan drama disebut actor atau lakon (http://dhono-wareh.blogspot.com/2012/04/pengertian-drama-adalah.html). Drama sebagai karya sastra sebenarnya hanya bersifat sementara, sebab naskah ditulis sebagai dasar untuk dipentaskan. Dengan demikian tujuan drama bukanlah untuk dibaca seperti orang membaca novel atau puisi. Pokok drama ialah cerita yang membawakan tema tertentu, diungkapkan oleh dialog dan perbuatan para pelakunya. Dialog dalam drama dapat berbentuk bahasa prosa maupun puisi.
2.2 Pembelajaran Bahasa Indonesia secara Terpadu
Pembelajaran terpadu sebagai suatu konsep dapat diartikan sebagai pendekatan pembelajaran yang melibatkan beberapa mata pelajaran untuk memberikan pengalaman yang bermakna kepada siswa. Dikatakan bermakna karena dalam pembelajaran terpadu, siswa akan memahami konsep-konsep yang mereka pelajari melalui pengalaman langsung dan menghubungkannya dengan konsep lain yang sudah mereka pahami (Resmini, Novi. 2008:3).
Penerapan pendekatan pembelajaran terpadu di sekolah dasar bisa disebut sebagai suatu upaya untuk memperbaiki kualitas pendidikan, terutama dalam rangka mengimbangi gejala penjejalan isi kurikulum yang sering terjadi dalam proses pembelajaran yang dilaksanakan di sekolah-sekolah kita. Penjejalan isi kurikulum tersebut dikhawatirkan akan mengganggu perkembangan anak, karena terlalu banyak menuntut anak untuk mengerjakan aktivitas atau tugas-tugas yang melebihi kapasitas dan kebutuhan mereka. Dengan demikian, anak kehilangan sesuatu yang seharusnya bisa mereka kerjakan. Jika dalam proses pembelajaran, anak hanya merespon segalanya dari guru, maka mereka akan kehilangan pengalaman pembelajaran yang alamiah dan langsung (direct experiences).
Fokus perhatian pembelajaran terpadu terletak pada proses yang ditempuh siswa saat berusaha memahami isi pembelajaran sejalan dengan bentuk-bentuk keterampilan yang harus dikembangkannya (Aminuddin, 1994). Berdasarkan hal tersebut, maka pengertian pembelajaran terpadu dapat dilihat sebagai:
Pembelajaran yang beranjak dari suatu tema tertentu sebagai pusat perhatian (center of interest) yang digunakan untuk memahami gejala-gejala dan konsep lain, baik yang berasal dari mata pelajaran yang bersangkutan maupun dari mata pelajaran lainnyaSuatu pendekatan pembelajaran yang menghubungkan berbagai mata pelajaran yang mencerminkan dunia nyata di sekeliling dan dalam rentang kemampuan dan perkembangan anakSuatu cara untuk mengembangkan pengetahuan dan keterampilan anak secara serempak (simultan)Merakit atau menggabungkan sejumlah konsep dalam beberapa mata pelajaran yang berbeda, dengan harapan siswa akan belajar dengan lebih baik dan bermakna.
Terdapat beberapa prinsip yang perlu diperhatikan dalam pelaksanaan pembelajaran bahasa secara terpadu di sekolah dasar, terutama pada saat penggalian tema-tema. Dalam proses penggalian tema-tema perlu diperhatikan prinsip-prinsip yang meliputi: 1) tema hendaknya tidak terlalu luas, namun dengan mudah dapat digunakan untuk memadukan mata pelajaran; 2) tema harus bermakna, maksudnya tema yang dipilih untuk dikaji harus memberikan bekal bagi siswa untuk belajar selanjutnya; 3) tema harus disesuaikan dengan tingkat perkembangan siswa; 4) tema yang dikembangkan harus mampu menunjukkan sebagian besar minat siswa; 5) tema yang dipilih hendaknya mempertimbangkan peristiwa-peristiwa otentik yang terjadi di dalam rentang waktu belajar; 6) tema yang dipilih hendaknya mempertimbangkan kurikulum yang berlaku serta harapan masyarakat; dan 7) tema yang dipilih hendaknya juga mempertimbangkan ketersediaan sumber belajar.
2.3 Analisis Cakupan Materi Ajar Bahasa Indonesia SD yang Terdapat dalam Buku Paket Bahasa Indonesia SD Kelas 4 Semester 2
2.3.1 Mengkaji Materi Ajar Bahasa Indonesia SD Kelas 4 Semester 2
Identitas Buku
Judul : Bahasa Indonesia untuk Sekolah Dasar Kelas IV
Penulis : Umri Nur Aini
Penerbit : Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional
Kelas /Semester : IV / 2
Tahun : 2008
Tema / Bacaan
Aspek
Keterkaitan dengan
Materi Lain
Kebahasaan
Pemahaman
(Reseptif)
Penggunaan
(Produktif)
Tema 4 : Pekerjaan
Dalam tema pekerjaan, aspek kebahasaan sudah baik karena tata bahasanya sudah sesuai dengan unsur-unsur kebahasaan diantaranya bunyi, lafal, intonasi, kata, kalimat, dan makna.
Terdapat aspek pemahaman (keterampilan menyimak dan keterampilan membaca) dalam tema pekerjaan, hal ini dapat dilihat dari Kompetensi Dasar yang harus dicapai oleh siswa.
Aspek penggunaan (keterampilan menulis dan keterampilan berbicara) sudah terdapat dalam tema pekerjaan, hal ini dapat dilihat dari Kompetensi Dasar yang harus dicapai oleh siswa.
Tema pekerjaan berkaitan dengan mata pelajaran IPS dan Pendidikan Agama Islam.
Tema 8 :
Budi Pekerti
Dalam tema budi pekerti, aspek kebahasaan sudah baik karena tata bahasanya sudah sesuai dengan unsur-unsur kebahasaan diantaranya bunyi, lafal, intonasi, kata, kalimat, dan makna.
Terdapat aspek pemahaman (keterampilan menyimak dan keterampilan membaca) dalam tema budi pekerti, hal ini dapat dilihat dari Kompetensi dasar yang harus dicapai oleh siswa.
Aspek penggunaan (keterampilan menulis dan keterampilan berbicara) sudah terdapat dalam tema budi pekerti, hal ini dapat dilihat dari Kompetensi Dasar yang harus dicapai oleh siswa.
Tema budi pekerti berkaitan dengan mata pelajaran PKn dan IPS.
Tema 9 : Informasi
Dalam tema informasi, aspek kebahasaan sudah baik karena tata bahasanya sudah sesuai dengan unsur-unsur kebahasaan diantaranya bunyi, lafal, intonasi, kata, kalimat, dan makna.
Terdapat aspek pemahaman (keterampilan menyimak dan keterampilan membaca) dalam tema informasi, hal ini dapat dilihat dari Kompetensi dasar yang harus dicapai oleh siswa.
Aspek penggunaan (keterampilan menulis dan keterampilan berbicara) sudah terdapat dalam tema informasi, hal ini dapat dilihat dari Kompetensi Dasar yang harus dicapai oleh siswa.
Tema informasi berkaitan dengan mata pelajaran Penjasorkes, dan PKn,.
Tema 10 : Lingkungan
Dalam tema lingkungan, aspek kebahasaan sudah baik karena tata bahasanya sudah sesuai dengan unsur-unsur kebahasaan diantaranya bunyi, lafal, intonasi, kata, kalimat, dan makna.
Terdapat aspek pemahaman (keterampilan menyimak dan keterampilan membaca) dalam tema lingkungan, hal ini dapat dilihat dari Kompetensi dasar yang harus dicapai oleh siswa.
Aspek penggunaan (keterampilan menulis dan keterampilan berbicara) sudah terdapat dalam tema lingkungan, hal ini dapat dilihat dari Kompetensi Dasar yang harus dicapai oleh siswa.
Tema lingkungan berkaitan dengan mata pelajaran PKn.
Tema 11 : Komunikasi
Dalam tema komunikasi, aspek kebahasaan sudah baik karena tata bahasanya sudah sesuai dengan unsur-unsur kebahasaan diantaranya bunyi, lafal, intonasi, kata, kalimat, dan makna.
Terdapat aspek pemahaman (keterampilan menyimak dan keterampilan membaca) dalam tema komunikasi, hal ini dapat dilihat dari Kompetensi dasar yang harus dicapai oleh siswa.
Aspek penggunaan (keterampilan menulis dan keterampilan berbicara) sudah terdapat dalam tema komunikasi, hal ini dapat dilihat dari Kompetensi Dasar yang harus dicapai oleh siswa.
Tema komunikasi berkaitan dengan mata pelajaran IPS.
2.3.2 Paparan Materi Ajar Bahasa Indonesia SD Kelas 4 Semester 2
No.
Standar Kompetensi
Kompetensi Dasar
Teks
1.
Mendangarkan
Mendengarkan pengumuman dan pembacaan pantun
5.1 Menyampaikan kembali isi pengumuman yang dibacakan
Tema 4: Pekerjaan
Teks bacaan:
Lowongan pekerjaan
Tema 9: Informasi
Teks bacaan:
Pengumuman lomba tari
Tema 10: Lingkungan
Teks bacaan:
Pengumuman kebersihan lingkungan
5.2 Menirukan pembacaan pantun anak dengan lafal dan intonasi yang tepat
Tema 8: Budi Pekerti
Teks bacaan:
Pantun nasehat
Tema 11: Komunikasi
Teks bacaan:
Pantun anak
2.
Berbicara
Mengungkapkan pikiran, perasaan, dan informasi berbalas pantun dan bertelepon
6.1 Berbalas pantun dengan lafal dan intonasi yang tepat
Tema 8: Budi Pekerti
Teks bacaan:
Pantun nasehat
Tema 9: Informasi
Teks bacaan:
Pantun nasehat
Tema 10: Lingkungan
Teks bacaan:
Pantun nasehat
6.2 Menyampaikan pesan yang diterima melalui telepon sesuai dengan isi pesan
Tema 4: Pekerjaan
Teks bacaan:
Dialog percakapan
Tema 11: Komunikasi
Teks bacaan:
Dialog percakapan
3.
Membaca
Memahami teks melalui membaca intensif, nyaring, dan membaca pantun
7.1 Menemukan kalimat utama pada tiap paragraph melalui membaca intensif
Tema 9: Informasi
Teks bacaan:
Sesudah suatu kegagalan
Tema 10: Lingkungan
Teks bacaan:
Mangga milik eyang kakung
7.2 Membaca nyaring suatu pengumuman dengan lafal dan intonasi yang tepat
a. Tema 8: Budi Pekerti
Teks bacaan:
Pengumuman pengadaan bakti sosial
b. Tema 11: Komunikasi
Teks bacaan:
Pengumuman lomba baca puisi
7.3 Membaca pantun anak secara berbalasan dengan lafal dan intonasi yang tepat
a. Tema 4: Pekerjaan
Teks bacaan:
Pantun Nasehat
4.
Menulis
Mengungkapkan pikiran, perasaan, dan informasi secara tertulis dalam bentuk karangan, pengumuman, dan pantun anak
8.1 Menyusun karangan tentang berbagai topik sederhana dengan memperhatikan penggunaan ejaan (huruf besar, tanda titik, tanda koma, dll)
a. Tema 8: Budi Pekerti
Teks bacaan:
Kejujuran
b. Tema 11: Komunikasi
Teks bacaan:
Surat kabar
8.2 Menulis pengumuman dengan bahasa yang baik dan benar serta memperhatikan penggunaan ejaan
a. Tema 9: Informasi
Teks bacaan:
Pengumuman pengadaan pentas seni
b. Tema 10: Lingkungan
Teks bacaan:
Pengumuman lomba kebersihan
8.3 Membuat pantun anak yang menarik tentang berbagai tema (persahabatn, ketekunan, kepatuhan, dll) sesuai dengan ciri-ciri pantun
a. Tema 4: Pekerjaan
Teks bacaan:
Pantun nasehat
2.3.3 Temuan Materi Ajar Bahasa Indonesia SD dikaitkan dengan GBPP/Silabus
Di dalam kurikulum mata pelajaran Bahsa Indonesia SD kelas IV semester 2 terdapat 4 Standar Kompetensi dengan 10Kompetensi Dasar. Cakupan materi ajar yang ada di dalam buku paket Bahasa Indonesia untuk Sekolah Dasar Kelas IV yang ditulis oleh Umri Nur Aini sudah sesuai dengan materi yang ada di silabus (kurikulum) tersebut. Adapun materi yang terdapat di dalam buku tersebut meliputi kebahasaan (bunyi, lafal, intonasi, kata, kalimat, dan makna); keterampilan berbahasa (pemahaman dan penggunaan); dan kesusastraan (pantun).
2.3.4 Keterkaitan Materi Ajar Bahasa Indonesia dengan Materi Ajar Bidang Studi yang Lain
Materi ajar yang ada di dalam buku paket Bahasa Indonesia untuk Sekolah Dasar Kelas IV yang ditulis oleh Umri Nur Aini memiliki keterkaitan dengan materi ajar bidang studi yang lain. Adapun contohnya adalah sebagai berikut.
Tema 4: pekerjaan berkaitan dengan mata pelajaran IPS dan Pendidikan Agama Islam.Teks bacaan tentang lowongan pekerjaan berkaitan dengan mata pelajaran IPS. Karena di dalam teks tersebut berisi tentang pokok bahasan ilmu ekonomi, sosiologi, geografi, dan sejarah yang semuanya ada di mata pelajaran IPS SD.Teks bacaan pantun nasehat berkaitan dengan mata pelajaran Pendidikan Agama Islam. Karena pantun tersebut berisi perintah untuk menunaikan sholat.Tema 8: budi pekerti berkaitan dengan mata pelajaran PKn dan IPSTeks bacaan pantun nasehat berkaitan dengan mata pelajaran PKn. Karena pantun tersebut berisi perintah untuk saling tolong menolong antar sesama. Dalam tema 8 juga terdapat teks bacaan tentang kejujuran, dimana kejujuran merupakan pokok bahasan mata pelajaran PKn SD.Teks bacaan yang berisi pengumuman pengadaan bakti sosial berkaitan dengan mata pelajaran IPS dan PKn. Karena kegiatan tersebut bentuk dari sosialisasi yang merupakan pokok bahasan ilmu sosiologi yang termasuk dalam mata pelajaran IPS SD. Bakti sosial juga merupakan bentuk tenggang rasa, yang merupakan pokok bahasan PKn.Tema 9: informasi berkaitan dengan mata pelajaran Penjasorkes dan PKn,Teks bacaan pantun nasehat berkaitan dengan mata pelajaran penjasorkes. Karena pantun tersebut berisi perintah untuk berolahraga.Teks bacaan yang berjudul “Sesudah suatu Kegagalan” berkaitan dengan mata pelajaran PKn. Karena teks bacaan tersebut memberikan amanat kepada pembaca agar tidak mudah putus asa.Tema 10: lingkungan berkaitan dengan mata pelajaran PKn.Teks pengumuman mengenai menghadiri rapat berkaitan dengan mata pelajaran PKn. Karena rapat adalah salah satu bentuk dari musyawarah.Tema 11: komunikasi berkaitan dengan mata pelajaran IPS.Teks pengumuman mengenai lomba baca puisi tema kemerdekaan berkaitan dengan mata pelajaran IPS. Karena kemerdekaan adalah salah satu pokok bahasan dalam mata pelajaran IPS.
III SIMPULAN
Cakupan atau ruang lingkup materi perlu ditentukan untuk mengetahui apakah materi yang harus dipelajari oleh murid terlalu banyak, terlalu sedikit, atau telah memadai sehingga sesuai dengan kompetensi dasar yang ingin dicapai. Cakupan materi ajar Bahasa Indonesia SD terdiri dari aspek kebahasaan, keterampilan, dan kesusastran.
Terdapat beberapa prinsip yang perlu diperhatikan dalam pelaksanaan pembelajaran bahasa secara terpadu di sekolah dasar, terutama pada saat penggalian tema-tema. Dalam proses penggalian tema-tema perlu diperhatikan prinsip-prinsip sebagai berikut: (a) tema hendaknya tidak terlalu luas; (b) tema harus bermakna; (c) tema harus disesuaikan dengan tingkat perkembangan siswa; (d) tema yang dikembangkan harus mampu menunjukkan sebagian besar minat siswa; (e) tema yang dipilih hendaknya mempertimbangkan peristiwa-peristiwa otentik yang terjadi di dalam rentang waktu belajar; (f) tema yang dipilih hendaknya mempertimbangkan kurikulum yang berlaku serta harapan masyarakat;
(g) tema yang dipilih hendaknya juga mempertimbangkan ketersediaan sumber belajar.
Di dalam kurikulum mata pelajaran Bahsa Indonesia SD kelas IV semester 2 terdapat 4 Standar Kompetensi dengan 10Kompetensi Dasar. Cakupan materi ajar yang ada di dalam buku paket Bahasa Indonesia untuk Sekolah Dasar Kelas IV yang ditulis oleh Umri Nur Aini sudah sesuai dengan materi yang ada di silabus (kurikulum) tersebut. Adapun materi yang terdapat di dalam buku tersebut meliputi kebahasaan (bunyi, lafal, intonasi, kata, kalimat, dan makna); keterampilan berbahasa (pemahaman dan penggunaan); dan kesusastraan (pantun). Materi ajar yang ada di dalam buku paket Bahasa Indonesia untuk Sekolah Dasar Kelas IV yang ditulis oleh Umri Nur Aini memiliki keterkaitan dengan materi ajar bidang studi yang lain.
DAFTAR RUJUKAN
Azmy, Bahauddin. 2012. Bahasa Indonesia SD, (Online). Surabaya: Universitas PGRI Adi Buana. http://www.bahasa Indonesia SD.pdf. (Diakses tanggal 30 Agustus 2012 pukul 12.10 WIB)
Dhono. 2012. Pengertian Drama, (Online), (http://dhono-wareh.blogspot.com/2012/04/pengertian-drama-adalah.html). (Diakses tanggal 30 Agustus 2012 pukul 12.15 WIB)
Finoza, Lamuddin. 2008. Komposisi Bahasa Indonesia, (Online). Jakarta: Diksi
http://fikriyogi.wordpress.com/2012/02/22/pengertian-morfem/. (Di akses tanggal 30 Agustus 2012 pukul 13.00 WIB)
Hs. Widjono. 2010. Buku Bahasa Indonesia, (Online).Jakarta:
http://ridwanaz.com/umum/bahasa/pengertian-kalimat-definisi-kalimat/
(Diakses tanggal 30 Agustus 2012 pukul 13.05)
Mulyati, Yeti dan Halimah. 2010. Evaluasi Baahasa Indonesia Pdf, (Online). Jakarta: UPI. http://www.pembelajaranbahasadansastraindonesia.
(Diakses tanggal 30 Agustus 2012 pukul 13.12)
Resmini, Novi. 2008. Pembelajaran Bahasa Indonesia secara Terpadu, (Online). Jakarta: UPI. http://www. Pembelajaran Bahasa Indonesia Secara Terpadu.pdf. (Diakses tanggal 30 Agustus 2012 pukul 13.15)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar