Nahdlatul Ulama Design Center
Design tentang Nahdlatul Ulama dan dawuh para ulama NU
Pedoman, Aqidah, Asas dan Tujuan Nahdlatul Ulama
- Februari 19, 2018
Nahdlatul Ulama (NU) adalah organisasi yang didirikan para kyai-kyai yang berpengaruh, KH. Hasyim Asy’ari merupakan simbol ulama besar yang berpengaruh. Tujuan didirikannya Nahdlatul Ulama diantaranya adalah memelihara, melestarikan, mengembangkan dan mengamalkan ajaran Islam Ahlus Sunnah Wa al-Jama’ah yang menganut madzhab empat, yakni : Imam Hanafi, Imam Maliki, Imam Syafi’i dan Imam Hambali. Disamping itu juga bagaimana bisa menyatukan antara ulama dan [para pengikutnya-pengikutnya serta melakukan kegiatan-kegiatan yang bertujuan untuk menciptakan kemaslahan masyaraka, kemajuan bangsa dan ketingian harkat dan martabat manusia.
Islam Ahlus Sunnah Wa al-Jama’ah adalah ajaran yang disampaikan Nabi Muhammad SAW kepada sahabat-sahabat-Nya dan beliau amalkan serta diamalkan para sahabat, paham Ahlus Sunnah Wa al-Jama’ah dalam Nahdlatul Ulama mencakup aspek aqidah, syariah dan akhlak. Ketiganya, merupakan satu kesatuan ajaran yang mencakup seluruh aspek prinsip keagamaan Islam. Ahlus Sunnah Wa al-Jama’ah didasarkan pada manhaj (pola pemikiran) Asy’ariyah dan Maturidiyah dalam bidang aqidah, dalam bidang fiqih menganut empat madzhab besar (Hanafi, Maliki, Syafi’i dan Hambali) dalam bidang tasawuf menganut manhaj Imam al-Ghazali dan Imam Abu al-Qasim al-Junaidi al-Bagdadi, serta imam lainnya yang sejalan dengan syari’ah Islam.
Ciri utama Aswaja NU adalah sikap tawassuth dan i’tidal (tengah-tengah atau keseimbangan). Yakni selalu seimbang dalam menggunakan dalail, antara dalil naqli dan dalil aqli, antara pendapat jabariyah dan qodariyah, sikap moderat dalam menghadapi perubahan dunyawiyah. Dalam masalah fiqih sikap pertengahan antara ”ijtihad” dan taqlid buta, yaitu dengan cara bermadzhab, ciri suikap ini adalah tegas dalam hal-hal yang qathi’iyyat dan toreran dalam hal-hal zhanniyyat.
Pedoman:
Nahdlatul Ulama berpedoman kepada Al-Qur’an, As-Sunnah, Al-Ijma’ dan Al-Qiyas.
Aqidah :
Nahdlatul Ulama sebagai Jam’iyyah Diniyah Islamiyah beraqidah/berasas Islam menurut Faham Ahlussunnah Wal Jama’ah dan menganut salah satu dari madzhab empat: Hanafi, Maliki, Syafi’i dan Hambali.
Asas :
Dalam Kehidupan Berbangsa Dan Bernegara, Nahdlatul Ulama Berpedoman Kepada Ketuhanan Yang Maha Esa, Kemanusiaan Yang Adil Dan Beradab, Persatuan Indonesia, Kerakyatan Yang Dipimpin Oleh Hikmat Kebijaksanaan Dalam Permusyawaratan/Perwakilan Dan Keadilan Sosial Bagi Seluruh Indonesia.
Tujuan :
Berlakuanya ajaran Islam yangberhaluan Ahlussunnah Wal Jama’ah dan mengikuti salah satu madzhab 4 ditengah-tengah kehidupan masyarakat didalam wadah Negara Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.
Pedoman
NU mempunyai lambang berupa gambar bola diikat dengan tali, dilingkari oleh lima bintas diatas garis khatulistiwa, sehingga seluruhnya berjumlah sembilan bintang, serta terdapat tulisan Nahdlatul Ulama dengan huruf Arab yang melintang bola dunia dan menelusuri garis khatulistiwa. Lambang tersebut diciptakan oleh KH. RIDLWAN ABDULLAH, dilukis dengan warna putih diatas warna hijau.
Kamis, 13 Desember 2018
Pedoman, Aqidah, Asas dan Tujuan Nahdlatul Ulama
Mengapa NU Menerima Pancasila sebagai Asas?
KH MUCHIT MUZADI
A. Khoirul, NU Online | Selasa, 11 Maret 2014 03:46
Tokoh paling penting yang menjadi “arsitek” penerimaan NU terhadap Pancasila adalah KH Achmad Siddiq (Rais Aam PBNU 1984-1989). Berikut ini penuturan sesepuh NU, KH Muchit Muzadi (88), sekretaris Kiai Achmad Siddiq yang sama-sama pernah menjadi murid KH Hasyim Asy’ari di Pesantren Tebuireng. (*Red) <>
Bagi saya KH Ahmad Shiddiq itu adalah seorang ulama yang memiliki ilmu pengetahuan yang komplit. Komplit kenapa? Karena ia memiliki pemikiran-pemikiran yang cukup mendalam tentang agama, hubungan agama dengan kehidupan kemasyarakatan, hubungan agama dengan kehidupan berbangsa dan bernegara dan lain sebagainya.
Seperti contoh, dalam merumuskan hubungan Pancasila dan Islam dalam Nahdlatul Ulama. Umumnya orang hanya melihat bahwa Pancasila tidak ada yang bertentangan dengan Islam maka dibilang Islami. Namun tidak dengan KH Achmad Siddiq. Ia melihat bahwa pola hubungan dan posisi agama dan Pancasila dalam kehidupan bernegara adalah lebih dari itu.
Saya sendiri dahulu pernah bertanya masalah ini kepada Beliau. “Kiai, Mengapa kita harus menerima Pancasila sebagai asas NU ?.”
Ia menjawab: “Nahdlatul Ulama sendiri dalam Anggaran Dasarnya yang pertama diterangkan bahwa NU didirikan berdasarkan tujuan-tujuan, bukan asas.”
“Kita tidak usah mempertentangkan NU dengan asas negara. Karena NU tidak berbicara mengenai asas. Melainkan tujuan.”
Lalu sekarang apa tujuan NU? Ialah melaksanakan semua yang akan menjadikan kemaslahatan Ummat Islam.
Kiai Achmad Siddiq tidak setuju kalau Islam itu dijadikan asas sebuah organisasi atau partai. Adalah keliru jika menjadikan Islam sebagai asas, karena justru akan merendahkan Islam sendiri. Islam adalah agama ciptaan Allah, sedangkan organisasi ciptaan manusia. Islam jauh diatas asas, karena Islam adalah Din-Allah.
Seperti zaman dahulu, Masyumi yang mencantumkan Asas Islam adalah keliru karena justru memelorotkan Islam dengan menyamakannya dengan berbagai isme-isme yang lain.
Zaman dahulu, NU memusyawarahkan tentang hubungan Islam dan asas negara berjam-jam. Satu jam lamanya Kiai Shiddiq terdiam merenungkan masalah ini. Dan ketika mendapatkan hasilnya, langsung Ia memutuskan di depan rapat, dan terdiamlah semua hadirin yang berdebat.
Itulah salah satu kelebihan dari Kharisma Kiai Achmad, yang mana hal itu dikarenakan kedalaman Ilmunya. Saya menaruh hormat yang besar kepadanya akan hal ini. Meskipun Ia lebih muda dari pada saya 50 (lima puluh) hari lamanya. Karena saya lahir pada 24 Desember 1925, sedang Kiai Achmad lahir pada 24 Januari 1926. Akan tetapi karena keilmuan Beliau jauh di atas saya maka meskipun saya lebih tua saya harus hormat kepadanya.
*Ditranskrip oleh kontributor NU Online Malang, Ahmad Nur Kholis, dari pidato KH Muchit Muzadi yang disampaikan dalam acara Workshop Aswaja dengan tema “Revitalisasi nilai-nilai Aswaja di Tengah Ancaman Gerakan Transnasional di Pondok Pesantren Mahasiswa Al-Hikam, 8 Februari 2014.
Doa Memohon Kemajuan NU, Ijazah dari KH. Hasyim Asy’ari
Hadrotussyaikh KH Hasyim Asy’ari dalam salah satu maqolahnya mengatakan bahwa, “Siapa yang mau mengurusi NU, aku anggap sebagai santriku. Siapa yang jadi santriku, maka aku doakan husnul khatimah beserta keluarganya”. Hal ini semestinya menjadi penyemangat kaum muslimin untuk menghidupkan dan memajukan NU. Salah satu diantara ikhtiar memajukan NU adalah berdoa demi kebaikan NU kedepan. Dalam hal ini, KH. Hasyim Asy’ari mengijazahkan doa untuk memajukan NU, berikut doanya :
دُعَاءُ حَضْرَةِ الشَّيْخِ كِيَاهِي حَاجِي مُحَمَّدْ هَاشِمْ أَشْعَرِي رَحِمَهُ الله
اَللّٰهُمَّ أَيْقِظْ قُلُوْبَ الْعُلَمَاءِ وَالْمُسْلِمِيْنَ مِنْ نَوْمِ غَفْلَتِهِمِ الْعَمِيْقِ وَاهْدِهِمْ إِلَى سَبِيْلِ الرَّشَادِ. اَللّٰهُمَّ يَا حَيُّ يَا قَيُّوْمُ أَحْيِ جَمْعِيَّتَنَا جَمْعِيَّةَ نَهْضَةِ الْعُلَمَاءِ حَيَاةً طَيِّبَةً إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ بِبَرَكَةِ “فَلَنُحْيِيَنَّهُ حَيَاةً طَيِّبَةً (النحل: ٩٧)”، “فَاجْعَلْ أَفْئِدَةً مِنَ النَّاسِ تَهْوِيْ إِلَيْهِمْ وَارْزُقْهُمْ مِنَ الثَّمَرَاتِ لَعَلَّهُمْ يَشْكُرُوْنَ (ابراهيم: ٣٧٧)”. وَارْزُقْهُمْ قُوَّةً غَالِبَةً عَلَى كُلِّ بَاطِلٍ وَظَالِمٍ وَفَاحِشٍ وَسُوْءٍ لَعَلَّهُمْ يَتَّقُوْنَ
(٣x بعد المفروضة)
أجازنا الشيخ خطيب عمر، عن والده الشيخ عمر، عن الشيخ أسعد شمس العارفين، عن حضرة الشيخ محمد هاشم أشعري رحمهم الله
Artinya : “Ya Allah, bangunkanlah hati para ulama dan umat Islam dari kelalaian yang dalam dan berkepanjangan dan tuntunlah mereka ke jalan petunjuk-Mu. Ya Allah, yang Maha Hidup lagi Maha Berdiri Sendiri, hidupkanlah Jam’iyah kami Jam’iyyah Nahdlatul Ulama (NU) dengan kehidupan thoyyibah (kehidupan yang baik sesuai kehendak-Mu) hingga hari Kiamat dengan berkah ayat:
فَلَنُحْيِيَنَّهُ حَيَاةً طَيِّبَةً (النحل: ٩٧) ، فَاجْعَلْ أَفْئِدَةً مِنَ النَّاسِ تَهْوِيْ إِلَيْهِمْ وَارْزُقْهُمْ مِنَ الثَّمَرَاتِ لَعَلَّهُمْ يَشْكُرُوْنَ (ابراهيم: ٣٧٧
“Maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik” (Qur’an Surat An-Nahl : 97). “Maka jadikanlah hati sebagian manusia cenderung kepada mereka dan beri rezekilah mereka dari buah-buahan, mudah-mudahan mereka bersyukur” (Qur’an Surat Ibrahim: 37). Dan karuniakanlah mereka rizqi (berupa) kekuatan yang mengalahkan kebathilan, kedzaliman, ketidaksenonohan dan keburukan agar mereka bertaqwa.”
*Dari KH Khotib Umar, dari ayah beliau KH Umar, dari KH As’ad Syamsul Arifin, dari Hadratussyaikh KH Muhammad Hasyim Asy’ari
Demikian doa yang bisa diamalkan oleh segenap kaum muslim demi kemajuan NU. Semoga bermanfaat.
Kamis, 12 Juli 2018
Info Terbaru
dulur baru saja saya ktemu sama sekdes mbak holif juga sama perangkat yg lain..bahwasannya apabila ada sanak saudara bapak ibu paklek dll yang berkeinginan untuk ikut bekerja di proyek drainase selokan silahkan langsung menghubugi saya...soale drainase itu adalah padat karya jadi di mayoritaskan warga sekitar bukan org lain...tp apa yg kita liat pkerjanya rata2 org luar bukan warga sekitar proyek..
kriterianya adalah
1.laki laki
2. perempuan boleh
3. disabilitas juga boleh
4. penagguran
5. org tua yg mempunyai anak pertumbuhan lambat
6. org setengah pengangguran
krn brusan aq denger katanya pak ko'ol warga sini tidak ada yang mau bekerja di proyek ini...
jd mohon disosialisasikan lurd aq minta tolong sampaikan kepada masyarakat sekitar proyek drainase...apabila ada yg mw bekerja lgsung hbungi saya...trima kasih🙏🙏🙏
Sabtu, 30 Juni 2018
UNDANGAN
Assalaamualaikum wr wb
Rekan2 IKAPURI yang saya banggakan sehubungan dengan peningkatan kualitas program dan kegiatan ikapuri kedepan dan sesuai dengan hasil keputusan rapat bersama para penasehat waktu halal bi halal kemaren bahwasannya kegiatan workshop untuk melatih diri dalam rangka program IKAPURI mengajar akan dilaksanakan besok
Hari : Minggu
Tanggal : 01 juli 2018
Tam : 09.00- selesai
Tempat : study center IKAPURI
dimohon rekan2 koordinator utk hadir rekan2 yang lain juga kalau bisa hadir
atas perhatiannya disampaikan terima kasih.
NB:
Bagi seluruh anggota IKAPURI yg ingin menimba ilmu strategi pembelajaran dan metode pembelajaran sekaligus bagaimana belajar menyenangkan besuk bisa hadir di acara WORSHOP, guna meningkatkan kemampuan mengajar dan sekaligus sebagai bekal, setidaknya bermanfaat dalam mendidik "paling tidak" anak kita sendiri.
Besar harapan kami, kita semua bisa hadir pada acara tersebut. Trims
Ttd
Penanggung jawab IKAPURI Mengajar dan koordinar team teaching Ikapuri
Rabu, 07 Maret 2018
Journalistik
Secara etimologis, jurnalistik berasal dari kata journ. Dalam bahasa Perancis, journ berarti catatan atau laporan harian. Secara sederhana jurnalistik diartikan sebagai kegiatan yang berhubungan dengan pencatatan atau pelaporan setiap hari.
Dengan demikian, jurnalistik bukanlah pers, bukan pula media massa. Jurnalistik adalah kegiatan yang memungkinkan pers atau media massa bekerja dan diakui eksistensinya dengan baik.
Secara konseptual, jurnalistik dapat dipahami dari tiga sudut pandang, yakni sebagai proses, teknik, dan ilmu. Sebagai proses, jurnalistik adalah aktivitas mencari mengolah, menulis, dan menyebarluaskan informasi kepada publik melalui media massa. Aktivitas ini dilakukan oleh wartawan atau jurnalis.
Sebagai teknik, jurnalistik adalah keahlian atau keterampilan membuat karya jurnalistik termasuk keahlian dalam pengumpulan bahan pemberitaan seperti peliputan peristiwa atau reportase dan wawancara.
Sebagai ilmu, jurnalistik adalah bidang kajian mengenai pembuatan dan penyebarluasan informasi melalui media massa. Jurnalistik termasuk ilmu terapan yang dinamis dan terus berkembang sesuai dengan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi serta dinamika masyarakat itu sendiri.
Selain itu, jurnalistik termasuk bidang kajian ilmu komunikasi, yakni ilmu yang mengkaji proses penyampaian pesan, gagasan, pemikiran, atau informasi kepada orang lain dengan maksud memberitahu, mempengaruhi, atau memberikan kejelasan.
Menurut ensiklopedia Indonesia, jurnalistik adalah bidang profesi yang mengusahakan penyajian informasi tentang kejadian dan atau kehidupan sehari-hari secara berkala, dengan menggunakan sarana-saranapenerbitan yang ada (Suhandang, 2004:22).
Salah seorang pakar ilmu komunikasi, Onong Uchjana Effendy mengemukakan, secara sederhana jurnalistik dapat didefinisikan sebagai teknik mengelola berita mulai dari mendapatkan bahan sampai kepada menyebarluaskannya kepada masyarakat. AS Haris Sumadiria dalam bukunya Jurnalistik Indonesia mengemukakan bahwa jurnalistik adalah kegiatan mencari, mencari, mengumpulkan, mengolah, menyajikan, dan menyebarkan berita melalui media massa berkala kepada khalayak seluas-seluasnya dengan secepat-cepatnya.
Tak lepas dari beberapa pengertian yang telah dijelaskan sebelumnya, sedikitnya jurnalistik memiliki empat manfaat sekaligus fungsi jurnalistik bagi kehidupan sehari-hari, diantaranya; Pertama, jurnalistik berfungsi menghimpun dan menyebarkan informasi bagi khalayak. Kedua, jurnalistik berfungsi memberikan pendidikan bagi khalayak.
Ketiga, jurnalistik berfungsi sebagai media hiburan bagi khalayak. Keempat, jurnalistik berfungsi sebagai alat kontrol sosial dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara. Dalam istilah yang lebih politis, keberadaan jurnalistik dianggap sebagai sebagai ‘kekuatan keempat’ dalam sistem politik kenegaraan setelah legislatif, eksekutif, dan yudikatif.
Dilihat dari segi bentuk dan pengelolaannya, jurnalistik dapat dibagi menjadi tiga bagian besar; yakni jurnalistik media cetak meliputi surat kabar, tabloid, dan majalah; jurnalistik media elektronik auditif yakni radio siaran; dan jurnalistik media elektronik audio-visual yakni televisi. Setelah dunia internet berkembang pesat, jurnalistik lewat dunia maya pun turut berkembang. Kita menyebutnya jurnalisme media online. Dengan hadirnya media online menambah jumlah ragam bentuk jurnalistik.
Selasa, 06 Maret 2018
Langkah-Langkah Membuat Resensi Buku yang Baik dan Benar
Langkah-Langkah Membuat Resensi Buku yang Baik dan Benar - Tugas kuliah bisa datang dari mana saja. Salah satunya dari hal yang paling dekat dengan seorang mahasiswa yaitu buku.
Biasanya dosen akan memberikan kepada mahasiswanya tugas berupa meresensi sebuah buku baik yang sudah ditentukan maupun bebas.
Resensi itu apa ya, Mas?
Baik, sebelum melangkah lebih jauh lagi pertama mari kita ketahui apa arti dari resensi.
Resensi adalah suatu penilaian terhadap sebuah karya. Karya yang dinilai dapat berupa buku dan karya seni yang lain. Menulis resensi tidak hanya menuliskan informasi apa yang telah didapatkan dari buku melainkan harus memberikan penilaian berupa kelebihan dan kekurangan isi buku.
Sedangkan, menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) Resensi adalah pertimbangan atau pembicaraan tentang buku; ulasan buku.
Lalu, bagaimana cara kita meresensi buku dan apa saja yang harus ada didalam resensi kita, Mas?
Nah, jika kita sudah memahami definisi resensi. Langkah selanjutnya saya akan mejelaskan tentang unsur apa saja yang harus terdapat pada sebuah resensi. Berikut adalah langkah-langkah dalam meresensi sebuah buku :
Pertama, Tentukan Buku yang akan Diresensi
Jadi sebelum membuat resensi kamu harus menentukan buku apa yang akan kamu resensi.
Kamu bisa memilih buku yang akan kamu resensi di perpustakaan yang ada di kampus mu, membeli di toko buku, mendownload buku secara digital, meminjam, atau cara lain sesuai kreativitas seorang mahasiswa.
Kedua, Baca Dahulu Bukunya
Inti dari meresensi adalah kamu harus mengulas isi dari buku seperti halnya review, jadi jika kamu saja belum membaca serta memahami isi dari buku tersebut lalu apa yang akan diulas? Jadi, sebisa mungkin baca bukunya terlebih dahulu.
Mas, bagaimana jika tidak sempat membaca karena bukunya tebel banget dan tugas resensi di kumpul besok, deadline nih?!
Tenang, jika kamu tidak memiliki waktu untuk membaca semua isi buku karena dosen hanya memberikan waktu sehari dalam menyelesaikan tugas. Kamu dapat membacanya secara sekilas atau sebagian bab yang kamu anggap itu adalah inti dari isi buku.
Ketiga, Tulis Identitas Buku
Nah, kita sudah pada tahap pengerjaan resensi buku. Dalam meresensi yang pertama-tama kamu harus menulis identitas buku yang kamu resensi, seperti contoh di bawah ini:
Judul Buku :
Penulis :
Penerbit :
Tahun Terbit :
Cetakan :
Tebal Buku :
Harga Buku :
Baca Juga: Resensi Buku Zakat dalam Perekonomian Modern
Keempat, Biografi Penulis
Tahap selanjutnya kamu harus menuliskan secara singkat biografi penulis buku tersebut agar pembaca juga mengetahui siapa penulis asli yang menulis buku tersebut.
Menulis biografi penulis jangan terlalu lengkap dan panjang melainkan cukup secara singkat dan dapat menjelaskan siapa sih penulis bukunya.
Kelima, Latar Belakang Buku
Pastikan kamu menulis latar belakang mengapa buku tersebut ditulis secara menarik dan jelas.
Bagian ini juga dapat dibuat secara singkat namun lengkap tidak perlu terlalu panjang sehingga nantinya membuat pembaca resensi mu menjadi bosan.
Keenam, Menulis Isi Buku
Nah, bagian ini mungkin sedikit agak sulit karena kamu harus memahami isi buku terlebih dahulu kemudian kamu ceritakan lagi isi buku tersebut dalam bentuk resensi.
Berikanlah sesuatu hal agar orang lain tertarik dalam membaca isi buku tersebut.
Jadi, nantinya orang yang akan membaca resensi mu menjadi berfikir "oh jadi begini ya isi bukunya, saya jadi tertarik untuk membacanya secara lengkap" atau "wah menarik juga ringkasan isi bukunya saya jadi ingin membeli bukunya".
Baca Juga: 5 Tips Mudah Menulis Sebuah Paper Bagi Mahasiswa
Ketujuh, Kelebihan dan Kekurangan
Dalam meresensi unsur yang harus ada yaitu kelebihan dan kekurangan.
Kamu harus dapat mencari kelebihan dari buku tersebut dibandingkan dari buku-buku yang lainnya sehingga orang lain jadi tertarik dalam membaca buku tersebut.
Sebuah karya tidak akan berkembang jika tidak ada kritik dan saran.
Nah, ini juga tugas kamu mencari kekurangan dari buku yang kamu resensi sebagai kritik dan saran bagi penulis buku. Sehingga pada buku selanjutnya penulis buku tersebut dapat menciptakan sebuah karya yang lebih baik lagi dari sebelumnya.
Kedelapan, Kesimpulan
Kesimpulan disini adalah isi pokok dari sebuah buku, ungkapkan apa saja yang telah kamu peroleh dari buku tersebut. Pada bagian ini kamu juga harus memberikan sebuah saran kepada orang lain agar membaca buku tersebut dan apa ruginya bila tidak membaca buku tersebut.
Cara Menulis Resensi
CONTOH RESENSI BUKU – Hallo teman-teman selamat pagi, selamat siang, selamat sore, selamat malam apa kabar kalian semua? Tentunya baik-baik aja kan yah? Oh iya sebelumnya apakah teman-teman pernah mendengar atau terdengar sebuah kata resensi yang melintas di telinga kalian?
Baiklah akan kami jelaskan secara ringkas mengenai kata resensi agar teman-teman yang belum tahu bisa mengetahuinya. Kata resensi dipakai ketika seseorang sedang membicarakan mengenai penerbitan novel atau penerbitan buku.
Didalam artikel ini, kami akan mengulas secara lengkap tentang resensi dan juga membahas tentang contoh resensi buku yang baik dan benar
Dibawah ini kami menyediakan beberapa contoh yang lumayan cukup lengkap tentang resensi buku yang baik dan benar. Apabila kalian benar-benar sedang mengalami fase-fase kesulitan untuk meresensi buku, maka kalian sangat tepat sekali ketika kalian sedang berada di tempat ini 🙂
Contents
1 Pengertian Resensi Buku2 Tujuan Resensi3 Manfaat Resensi4 Jenis Jenis Resensi4.1 1. Resensi Informatif4.2 2. Resensi Kritis4.3 3. Resensi Deskriptis5 Unsur Unsur Resensi5.1 1. Identitas Buku5.2 2. Ikhtisar Buku5.3 3. Kepengarangan Buku5.4 4. Kelemahan & Keunggulan Buku6 Cara Membuat Resensi Buku Non Fiksi6.1 1. Menentukan atau Memilih Buku yang Hendak di Resensi6.2 2. Menulis Identitas Buku6.3 3. Menulis Sinopsis Buku atau Rangkuman Buku6.4 4. Menjelaskan Kelebihan dan Kekurangan pada Buku6.5 5. Menulis Lengkap Resensi Buku7 Contoh Resensi Buku Nonfiksi (1)7.1 Sinopsis Cewek Smart (Pintar)
Pengertian Resensi Buku
satriabajahitam.com
Berdasarkan KBBI (kamus besar bahasa indonesia), resensi ialah suatu pembicaraan buku atau ulasa tentang sebuah buku. Isi dari sebuah resensi novel atau buk ini ialah pembahasan singkat namun jelas yang memberikan ulasan dan memberikan pendapat tentang buku atau novel.
Ketika sedang meresensi buku atau sebuah novel berarti sudah menilai dan menyatakan kembali isi buku tersebut sama dengan pemikiran kalian. Yang perlu kita ketahui tentang tujuan menulis resensi ialah memiliki tujuan untuk memberikan informasi-informasi buku yang mana informasi buku tersebut sudah dibahas kepada masyarakat.
Selain itu, meresensi novel atau meresensi sebuah buku ini tidak lain untuk bertujuan menyampaikan sesuatu hal kepada si pembaca mengenai sebuah buku yang telah dibuat oleh penulis. Apakah novel atau buku tersebut memiliki nilai-nilai lebih atau tidak memeiliki nilai lebih sama sekali.
Ketika kamu telah memahami benar-benar apa itu tujuan dari meresni buku ini, maka langkah selanjutnya kalian harus mengetahui mengenai unsur-unsur apa saja yang memang benar-benar harus diperhatikan ketika sedang meresensi buku atau meresensi novel.
Terdapat dua unsur-unsur yang memang harus kita perhatikan, yakni unsur ekstrinsik dan unsur intrinsik. Ada beberapa unsur instrinsik yang memang harus benar-benar diperhatikan ialah penokohan, alut, tema, gaya bahasa, amanat dan latar.
Sementara yang termasuk kedalam unsur-unsur ekstinsik ialah latar belakang pengarang, pandangan terhadap hidup pengarang, dan juga terhadap situasi sosial.
Jikalau kalian semau telah memahami unsur-unsur ini, maka kalian akan terasa mudah ketika meresensi buku atau meresensi novel. Berikut dibawah ini ialah terdapat beberapa contoh resensi buku non fiksi yang baik dan benar.
Tujuan Resensi
creativeground.tistory.com
Meresensi buku ini memiki tujuan tersendiri, apa saja tujuan dalam meresensi buku itu? Berikut dibawah ini ialah terdapat beberapa tujuan meresensi buku:
Mengajak atau menjunjung para pembacan untuk berdiskusi lebih jauh lagi mengenai masalah-masalah yang diangkat didalam sebuah karya yang dibentuk atau dibuat resensi. Mau itu berupa seperti buku, atau berupua seperti majalah dan novel.Resensi dibentuk untuk memberikan sebuah pemahan dan juga memberikan sebuah informasi secara lebih dan jelas kepada si pembaca buku mengenai sebuah karya yang akan diresensi.Memberikan suatu pertimbangan kepada si pembaca mengenai layaknya atau kelayakan sebuah karya untuk diterbitkan dan dibaca.Memberikan sebuah jawaban dan juga memberikan sebuah informasi kepada si pembaca tentang pertanyaan-pertanyaan yang kerap ditanyakan oleh si pembaca tentang sebuah karaya yang sudah berhasil diterbitkannya.
Manfaat Resensi
luthfan.com
Berikut dibawah ini ialah manfaat-manfaat dari resensi buku yang perlu kita ketahui selaku kita ingin meresensi buku:
Sebagai bahan perbandingan dan memberikan sebuah penjelasan secara umum kepada pembaca mengenai sebuah karya dan untuk mempengaruhi mereka juga atas karya tersebut.Bisa mendapatkan imbalan atu uang dan juga buku-buku yang hendak diresensinya secara gratis langsung diberikan dari penerbit jikalau karya yang telah diresensinya sudah masuk dan tersebar di majalah atau koran.Manfaat dari resensi ini yaitu bisa dijadikan saran atau tempat atau juga media promosi buku. Buku yang telah di resensi ialah buku baru yang mana buku tersebut sebelumnya belum pernah di resensi oleh orang-orang. Dengan seperti itu, resensi ialah sebagai tempat promosi buku yang baru terbit untuk menarik sebuah perhatian orang-orang yang gemar membaca.Manfaat dari resensi ini bisa meningkatkan atau mengembangkan kreafitas yang kita miliki. Apabila kita semaking sering menulis, disitulah diri kita akan semakin terlatih untuk lebih berinovasi atau berimajinasi dalam menulis. Persoalan ini dikerjakan atau dilakukan untuk bisa meningkatkan tingkat kreativitas yang kita miliki.
Kamis, 22 Februari 2018
Bahasa Indonesia
cakupan materi bahasa indonesia
I. PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Materi pembelajaran hendaknya memperhatikan prinsip-prinsip yang perlu digunakan dalam menentukan cakupan materi pembelajaran yang menyangkut keluasan dan kedalaman materinya. Keluasan cakupan materi menggambarkan berapa banyak materi yang dimasukkan ke dalam suatu materi pembelajaran, sedangkan kedalaman materi menyangkut seberapa detail konsep-konsep yang terkandung di dalamnya harus dipelajari atau dikuasai oleh siswa.
Ada dua aspek dalam keterampilan atau kemampuan berbahasa, yakni keterampilan berbahasa reseptif dan keterampilan berbahasa produktif. Keterampilan berbahasa reseptif adalah terampil atau mampu menerjemahkan kembali kode-kode bahasa menjadi sebuah makna dalam komunikasi baik lisan maupun tertulis. Sedangkan keterampilan berbahasa produktif adalah terampil atau mampu membuat kode-kode kebahasaan yang bermakna dalam komunikasi baik lisan maupun tertulis. Bidang kajian yang terkait dengan materi atau bahan ajar sangat banyak. Setidaknya, dikelomokkan menjadi kelompok bahan ajar kebahasaan, keterampilan berbahasa, serta kesusastraan. Bidang pengajaran bahasa dan sastra indonesia, rung lingkupnya bisa mencakup: aspek kebahasaan yang terdiri dari sistem bunyi (fonem), kata (morfem), kalimat (sintkas) sampai makna (semantik). Sementara aspek keterampilan berbahasa terdiri dari keterampilan reseptif (menyimak dan membaca) dan keterampilan produktif (berbicara dan menulis). Sedangkan aspek kesusastraan meliputi puisi, prosa, dan drama.
1.2 Rumusan Masalah
Apa saja cakupan materi ajar Bahasa Indonesia SD?Bagaimanakah pembelajaran Bahasa Indonesia secara terpadu?Bagaimana analisis cakupan materi ajar Bahasa Indonesia SD yang terdapat dalam buku paket Bahasa Indonesia SD kelas 4 semester 2?
1.3 Tujuan
Menjelaskan cakupan materi ajar Bahasa Indonesia SDMenjelaskan pembelajaran Bahasa Indonesia secara terpaduMenjelaskan analisis cakupan materi ajar Bahasa Indonesia SD yang terdapat dalam buku paket Bahasa Indonesia SD kelas 4 semester 2
II PEMBAHASAN
2.1 Cakupan Materi Ajar Bahasa Indonesia SD
Bahasa memiliki peran sentral dalam perkembangan intelektual, sosial, dan emosional peserta didik dan merupakan penunjang keberhasilan dalam mempelajari semua bidang studi. Pembelajaran bahasa Indonesia diarahkan untuk meningkatkan kemampuan peserta didik untuk berkomunikasi dalam bahasa Indonesia dengan baik dan benar, baik secara lisan maupun tulis, baik reseptif maupun produktif, yang diharapkan dapat menunjang keberhasilan siswa dalam mempelajari bidang studi lain (Azmy, Bahauddin. 2012:2).
Cakupan atau ruang lingkup materi perlu ditentukan untuk mengetahui apakah materi yang harus dipelajari oleh murid terlalu banyak, terlalu sedikit, atau telah memadai sehingga sesuai dengan kompetensi dasar yang ingin dicapai. Cakupan materi ajar Bahasa Indonesia SD terdiri dari aspek kebahasaan, keterampilan, dan kesusastran. Aspek kebahasaan meliputi sistem bunyi (fonem), kata (morfem), kalimat (sintkas) sampai makna (semantik). Aspek keterampilan meliputi keterampilan reseptif (menyimak dan membaca) dan keterampilan produktif (berbicara dan menulis). Sedangkan aspek kesusastraan meliputi puisi, rosa, dan drama.
Bahan ajar atau materi ajar merupakan seperangkat materi pembelajaran
(teaching materials) yang disusun secara sistematis, menampilkan sosok utuh dari
kompetensi yang akan dikuasai siswa dalam kegiatan pembelajaran (website
Dikmenjur Depdiknas). Ketersediaan bahan ajar merupakan tanggung jawab pendidik yang berfungsi sebagai pedoman bagi pendidik yang akan mengarahkan semua aktivitasnya dalam proses pembelajaran, sekaligus merupakan substansi kompetensi yang seharusnya diajarkan kepada siswa; pedoman bagi siswa yang akan mengarahkan semua aktivitasnya dalam proses pembelajaran, sekaligus merupakan substansi kompetensi yang seharusnya dipelajari/dikuasainya; dan alat evaluasi pencapaian/penguasaan hasil pembelajaran (Direktorat Pembinaan SMA, 2008: 6)
2.1.1 Kebahasaan
Aspek kebahasaan bahasa Indonesia meliputi, aspek bunyi, bentukan kata, kalimat, dan makna. Aspek kebahasaan tidak secara eksplisit dituangkan di dalam KTSP, namun dalam pembelajaran bahasa Indonesia aspek kebahasaan tidak dapat dipisahkan dari komponen keterampilan berbahasa dan bersastra. Aspek kebahasaan merupakan unsur pembentuk bahasa yang dipakai dalam kegiatan berbahasa. Pembelajaran aspek kebahasaan bukan hal yang dapat begitu saja ditinggalkan dalam pembelajaran bahasa Indonesia, namun juga bukan berarti dominasi pembelajaran bahasa dilakukan pada aspek kebahasaan (Azmy, Bahauddin. 2012:7).
Materi pembelajaran kebahasaan, meliputi bunyi atau huruf, lafal, intonasi, kata, kalimat, dan makna. Materi pembelajaran kebahasaan di kelas awal SD meliputi pengenalan bunyi atau huruf, lafal, intonasi, kata, dan kalimat sederhana. Materi pembelajaran kebahasaan di kelas tinggi SD, meliputi merangkai kata menjadi kalimat dengan bahasa yang baik dan benar (ejaan yang tepat dan pilihan kata yang tepat dan santun).
a. Bunyi (Fonem)
Fonem adalah unsur bahasa yang terkecil dan dapat membedakan arti atau makna (Gleason,1961: 9).
b. Lafal
Lafal adalah suatu cara seseorang atau sekelompok orang dalam mengucapkan bunyi bahasa. Bunyi bahasa Indonesia meliputi vokal, konsonan, diftone, gabungan konsonan.
c. Intonasi
Intonasi adalah naik turunnya lagu kalimat. Intonasi berfungsi sebagai pembentuk makna kalimat
d. Kata (Morfem)
Morfem adalah bentuk terkecil yang dapat membedaka makna dan atau mempunyai makna. Wujud morfem dapat berupa imbuhan, klitika, partikel dan kata dasar (misalnya –an, -lah, -kah, bawa). Sebagai kesatuan pembeda makna, semua contoh wujud morfem tersebut merupakan bentuk terkecil dalam arti tidak dapat lagi dibagi menjadi kesatuan bentuk yang lebih kecil. (Lamuddin, 2012:4)
Menurut bentuk dan maknanya, morfem dikelompokkan menjadi 2 yaitu morfem bebas dan morfem terikat. Morfem bebas, yaitu morfem yang berdiri sendiri dari segi makna tanpa harus dihubungkan dengan morfem yang lain. Semua kata dasar tergolong morfem bebas. Morfem terikat, yaitu morfem tidak dapat berdiri sendiri dari segi makna. (Lamuddin, 2012:5)
Makna morfem terikat baru jelas setelah morfem itu dihubungkan dengan morfem lainnya. Semua imbuhan (awalan, sisipan, akhiran, serta kombinasi awalan dan akhiran) tergolong sebagai morfem terikat. Selain itu unsur-unsur kecil seperti klitika, partikel, dan bentuk lain yang tidak dapat berdiri sendiri, juga tergolong sebagai morfem terikat.
e. Kalimat (Sintkas)
Kalimat adalah satuan bahasa terkecil dalam wujud lisan atau tulisan yang mengungkapkan suatu pikiran yang utuh . kalimat ada yang berupa fakta ada pula yang berupa opini. (Widjono, 2010:11)
Kalimat fakta adalah kalimat yang berisi peristiwa atau berita yang pasti. Mempunyai data yang valid dan dapat dibuktikan. Sedangkan kalimat opini adalah kalimat pernyataan yang berupa perkiraan atau pendapat terhadap suatu hal baik yang tidak pasti atau belum terjadi, tidak membutuhkan data yang valid dan bersifat subjektif.
2.1.2 Keterampilan Berbahasa
Komunikasi menurut Tohir, Muhammad (2011) adalah hubungan antara manusia yang satu dengan manusia yang lainnya. Dalam melakukan interaksi komunikasi, manusia tidak bisa terlepas dari komunikasi lisan dan tulisan. Dilihat dari segi aktivitas, ketrampilan komunikasi terbagi menjadi dua yaitu ketrampilan reseptif dan ketrampilan produktif. Ketrampilan reseptif yang terdiri dari membaca dan mendengarkan tidak bisa dipisahkan dengan berbicara dan menulis yang merupakan ketrampilan produktif. Produktif adalah sikap aktif dari manusia dalam menghasilkan sesuatu yang telah diperolehnya.
a. Aspek Keterampilan Berbahasa Reseptif
Aspek keterampilan berbahasa reseptif meliputi mendengarkan/menyimak dan membaca.
1. Mendengarkan/Menyimak
Menyimak merupakan kegiatan berbahasa yang dilakukan dalam bentuk reseptif lisan. Menyimak dapat diartikan sebagai aktivitas penggunaan alat pendengaran secara sengaja yang bertujuan untuk memperoleh pesan atau makna dari apa yang disimak. Dalam KTSP SD dirumuskan standar kompetensi lulusan
untuk keterampilan menyimak adalah memahami wacana lisan berbentuk perintah, penjelasan, petunjuk, pesan, pengumuman, berita, deskripsi berbagai
peristiwa dan benda di sekitar, serta karya sastra berbentuk dongeng, puisi, cerita, drama, pantun dan cerita rakyat (Azmy, Bahauddin. 2012:9).
Mendengarkan/menyimak dapat terjadi dalam 2 situasi yang berbeda, yaitu secara interaktif dan non-interaktif. Mendengarkan/menyimak secara interaktif terjadi dalam percakapan tatap muka melalui telepon/sejenisnya dimana komunikasi terjadi secara bergantian antara penutur yang satu dengan penutur yang lainnya (2 orang/lebih) yang melakukan aktivitas mendengarkan dan berbicara sehingga memiliki kesempatan bertanya guna mendapatkan penjelasan, meminta lawan bicara mengulang apa yang telah diucapkan/meminta penutur untuk melambatkan tempo bicaranya.
Mendengarkan/menyimak secara non-interaktif berlangsung tanpa ada penutur yang berhadapan langsung dengan penuturnya. Situasi ini memiliki kelemahan yaitu tidak dapat meminta penjelasan dari pembicara, tidak dapat meminta pembicara mengulangi apa yang diucapkannya, dan tidak dapat meminta pembicaraan diperlambat.
2. Membaca
Membaca adalah keterampilan reseptif bahasa tulis yang bertujuan untuk memahami isi bacaan dan maksud penulisnya (Mulyati, 2008). Membaca merupakan kegiatan berbahasa yang dilakukan dalam bentuk reseptif tulis. Keterampilan membaca merupakan modal dasar yang sangat krusial untuk menunjang keberhasilan belajar siswa. Kurang terampilnya siswa dalam membaca dapat menyebabkan terhambatnya siswa untuk mempelajari bidang studi lain. Dalam KTSP SD dirumuskan standar kompetensi lulusan untuk keterampilan membaca adalah menggunakan berbagai jenis membaca untuk memahami wacana berupa petunjuk, teks panjang, dan berbagai karya sastra untuk anak berbentuk puisi, dongeng, pantun, percakapan, cerita, dan drama.
Membaca dikelmpokkan menjadi 2 bagian yaitu membaca permulaan dan membaca lanjut. Membaca permulaan adalah tahap awal dalam belajar membaca yang difokuskan kepada mengenal symbol-simbol atau tanda-tanda yang berkaitan dengan huruf-huruf, sehingga menjadi pondasi agar dapat melanjutkan ke tahap membaca lanjut (Dalwadi, 2002). Sedangkan membaca lanjut adalah anak tidak sekedar mengenal symbol atau tanda-tanda tapi sudah mulai mempergunakannya untuuk membaca kata atau kalimat sehingga anak memahami apa yang dibacanya (Amin, 1995).
Pada tahap membaca permulaan anak lebih diarahkan kepada membaca huruf atau kata (Shodiq, 1996). Tahap membaca permulaan dilakukan pada masa peka yaitu usia enam atau tujuh tahun bagi anak normal dan sembilan tahun bagi anak tunagrahita. Tahap membaca permulaan merupakan saat kritis dan strategis dikembangkannya kemampuan membaca tanpa teks yaitu membaca dengan cara menceritakan gambar situasional yang tersedia.
b. Aspek Keterampilan Berbahasa Produktif
1. Berbicara
Berbicara merupakan keterampilan berbahasa lisan yang bersifat produktif. Jenis situasi dalam berbicara meliputi: 1) sistuasi interaktif, missalnya percakapan secara tatap muka dan berbicara lewat telepon yang memungkinkan adanya aktivitas pergantian antara berbica ra dan mendengarkan; 2) situasi semi-interaktif, misalnya sitiuasi berpidato dihadapan umum secara langsung. Audiens memang tidak dapat melakuka interupsi terhadap pembicara, namun pembicara dapat melihat reaksi pendengar dari ekspresi wajah dan bahasa tubuh mereka; dan 3) situasi non-interaktif, misalnya berpidato lewat radio/TV. Audiens sama sekali tidak bisa melakukan komunikasi secara langsung dengan narasumber karena berada dalam dua dimensi media yang berbeda.
2. Menulis
Menulis merupakan salah satu aspek kemamouan berbahasa yang bersifat produktif. Kemampuan ini biasanya hadir setelah seseorang diidentifikasi mampu menguasai tiga kemampuan berbahasa lainnya. Kemampuan membaca seseorang biasanya sangat berpengaruh terhadap tingkat kemampuan menulis seseorang.
Menulis merupakan kegiatan berbahasa yang dilakukan dalam bentuk kegiatan produktif tulis. Menulis dapat diartikan sebagai kegiatan mengungkapkan pikiran, perasaan, dan informasi dalam bentuk tulis. Keterampilan menulis juga memegang peranan penting bagi keberhasilan belajar siswa. Dalam KTSP SD dirumuskan standar kompetensi lulusan untuk keterampilan menulis adalah melakukan berbagai jenis kegiatan menulis untuk mengungkapkan pikiran, perasaan, dan informasi dalam bentuk karangan sederhana, petunjuk, surat, pengumuman, dialog, formulir, teks pidato, laporan, ringkasan, parafrase, serta berbagai karya sastra untuk anak berbentuk cerita, puisi, dan pantun.
2.1.3 Kesusastraan
Pengertian sastra menurut Sumarno dan Saini (dalam situsnya http://sugikmaut.blog.com/)adalah ungkapan pribadi manusia berupa pengalaman, pemikiran, perasaan, gagasan, semangat, keyakinan, dalam suatu bentuk gambaran kongkret yang membangkitkan pesona dengan alat-alat bahasa. Pembelajaran sastra di SD ditekankan pada apresiasi sastra Indonesia, khususnya pada apresiasi sastra anak. Yang dimaksud dengan sastra anak adalah karya sastra untuk konsumsi anak, yang dapat ditulis oleh orang dewasa maupun oleh anak. Seperti halnya karya sastra secara umum, sastra anak juga meliputi puisi anak, cerita anak, dan drama anak.
a. Puisi
Salah satu materi karya sastra anak adalah puisi. Karakteristik puisi adalah
adanya baris, bait, dan penggunaan bahasa yang indah. Dalam pembelajarannya, puisi dapat dipakai sebagai media apresiasi reseptif maupun produktif. Unsur-unsur yang ada dalam puisi itu berupa emosi, imajinasi, pemikiran, ide, nada, irama, kesan pancaindera, susunan kata, kata kiasan, kepadatan, dan perasaan yang bercampur-baur.
b. Prosa
Kata prosa berasal dari bahasa latin “prosa” yang artinya “terus terang”. Jenis tulisan prosa biasanya digunakan untuk mendeskripsikan suatu fakta atau ide. Karenanya, prosa dapat digunakan untuk surat kabar, majalah, novel, ensiklopedia, surat, serta berbagai jenis media lainnya.prosa juga dibagi dalam dua bagian,yaitu prosa lama dan prosa baru. Prosa lama adalah prosa bahasa indonesia yang belum terpengaruhi budaya barat. Sedangkan prosa baru ialah prosa yang dikarang bebas tanpa aturan apa pun. Jenis prosa lama meliputi: hikayat, kisah, dongeng, dan cerita berbingkai. Sedangkan jenis prosa baru meliputi: roman, novel, cerpen, riwayat, kritik, resensi, esai (http://id.wikipedia.org/wiki/Prosa).
c. Drama
Drama adalah suatu aksi atau perbuatan (bahasa Yunani). Sedangkan dramatik adalah jenis karangan yang dipertunjkkan dalam suatu tingkah laku, mimik, dan perbuatan. Orang yang memainkan drama disebut actor atau lakon (http://dhono-wareh.blogspot.com/2012/04/pengertian-drama-adalah.html). Drama sebagai karya sastra sebenarnya hanya bersifat sementara, sebab naskah ditulis sebagai dasar untuk dipentaskan. Dengan demikian tujuan drama bukanlah untuk dibaca seperti orang membaca novel atau puisi. Pokok drama ialah cerita yang membawakan tema tertentu, diungkapkan oleh dialog dan perbuatan para pelakunya. Dialog dalam drama dapat berbentuk bahasa prosa maupun puisi.
2.2 Pembelajaran Bahasa Indonesia secara Terpadu
Pembelajaran terpadu sebagai suatu konsep dapat diartikan sebagai pendekatan pembelajaran yang melibatkan beberapa mata pelajaran untuk memberikan pengalaman yang bermakna kepada siswa. Dikatakan bermakna karena dalam pembelajaran terpadu, siswa akan memahami konsep-konsep yang mereka pelajari melalui pengalaman langsung dan menghubungkannya dengan konsep lain yang sudah mereka pahami (Resmini, Novi. 2008:3).
Penerapan pendekatan pembelajaran terpadu di sekolah dasar bisa disebut sebagai suatu upaya untuk memperbaiki kualitas pendidikan, terutama dalam rangka mengimbangi gejala penjejalan isi kurikulum yang sering terjadi dalam proses pembelajaran yang dilaksanakan di sekolah-sekolah kita. Penjejalan isi kurikulum tersebut dikhawatirkan akan mengganggu perkembangan anak, karena terlalu banyak menuntut anak untuk mengerjakan aktivitas atau tugas-tugas yang melebihi kapasitas dan kebutuhan mereka. Dengan demikian, anak kehilangan sesuatu yang seharusnya bisa mereka kerjakan. Jika dalam proses pembelajaran, anak hanya merespon segalanya dari guru, maka mereka akan kehilangan pengalaman pembelajaran yang alamiah dan langsung (direct experiences).
Fokus perhatian pembelajaran terpadu terletak pada proses yang ditempuh siswa saat berusaha memahami isi pembelajaran sejalan dengan bentuk-bentuk keterampilan yang harus dikembangkannya (Aminuddin, 1994). Berdasarkan hal tersebut, maka pengertian pembelajaran terpadu dapat dilihat sebagai:
Pembelajaran yang beranjak dari suatu tema tertentu sebagai pusat perhatian (center of interest) yang digunakan untuk memahami gejala-gejala dan konsep lain, baik yang berasal dari mata pelajaran yang bersangkutan maupun dari mata pelajaran lainnyaSuatu pendekatan pembelajaran yang menghubungkan berbagai mata pelajaran yang mencerminkan dunia nyata di sekeliling dan dalam rentang kemampuan dan perkembangan anakSuatu cara untuk mengembangkan pengetahuan dan keterampilan anak secara serempak (simultan)Merakit atau menggabungkan sejumlah konsep dalam beberapa mata pelajaran yang berbeda, dengan harapan siswa akan belajar dengan lebih baik dan bermakna.
Terdapat beberapa prinsip yang perlu diperhatikan dalam pelaksanaan pembelajaran bahasa secara terpadu di sekolah dasar, terutama pada saat penggalian tema-tema. Dalam proses penggalian tema-tema perlu diperhatikan prinsip-prinsip yang meliputi: 1) tema hendaknya tidak terlalu luas, namun dengan mudah dapat digunakan untuk memadukan mata pelajaran; 2) tema harus bermakna, maksudnya tema yang dipilih untuk dikaji harus memberikan bekal bagi siswa untuk belajar selanjutnya; 3) tema harus disesuaikan dengan tingkat perkembangan siswa; 4) tema yang dikembangkan harus mampu menunjukkan sebagian besar minat siswa; 5) tema yang dipilih hendaknya mempertimbangkan peristiwa-peristiwa otentik yang terjadi di dalam rentang waktu belajar; 6) tema yang dipilih hendaknya mempertimbangkan kurikulum yang berlaku serta harapan masyarakat; dan 7) tema yang dipilih hendaknya juga mempertimbangkan ketersediaan sumber belajar.
2.3 Analisis Cakupan Materi Ajar Bahasa Indonesia SD yang Terdapat dalam Buku Paket Bahasa Indonesia SD Kelas 4 Semester 2
2.3.1 Mengkaji Materi Ajar Bahasa Indonesia SD Kelas 4 Semester 2
Identitas Buku
Judul : Bahasa Indonesia untuk Sekolah Dasar Kelas IV
Penulis : Umri Nur Aini
Penerbit : Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional
Kelas /Semester : IV / 2
Tahun : 2008
Tema / Bacaan
Aspek
Keterkaitan dengan
Materi Lain
Kebahasaan
Pemahaman
(Reseptif)
Penggunaan
(Produktif)
Tema 4 : Pekerjaan
Dalam tema pekerjaan, aspek kebahasaan sudah baik karena tata bahasanya sudah sesuai dengan unsur-unsur kebahasaan diantaranya bunyi, lafal, intonasi, kata, kalimat, dan makna.
Terdapat aspek pemahaman (keterampilan menyimak dan keterampilan membaca) dalam tema pekerjaan, hal ini dapat dilihat dari Kompetensi Dasar yang harus dicapai oleh siswa.
Aspek penggunaan (keterampilan menulis dan keterampilan berbicara) sudah terdapat dalam tema pekerjaan, hal ini dapat dilihat dari Kompetensi Dasar yang harus dicapai oleh siswa.
Tema pekerjaan berkaitan dengan mata pelajaran IPS dan Pendidikan Agama Islam.
Tema 8 :
Budi Pekerti
Dalam tema budi pekerti, aspek kebahasaan sudah baik karena tata bahasanya sudah sesuai dengan unsur-unsur kebahasaan diantaranya bunyi, lafal, intonasi, kata, kalimat, dan makna.
Terdapat aspek pemahaman (keterampilan menyimak dan keterampilan membaca) dalam tema budi pekerti, hal ini dapat dilihat dari Kompetensi dasar yang harus dicapai oleh siswa.
Aspek penggunaan (keterampilan menulis dan keterampilan berbicara) sudah terdapat dalam tema budi pekerti, hal ini dapat dilihat dari Kompetensi Dasar yang harus dicapai oleh siswa.
Tema budi pekerti berkaitan dengan mata pelajaran PKn dan IPS.
Tema 9 : Informasi
Dalam tema informasi, aspek kebahasaan sudah baik karena tata bahasanya sudah sesuai dengan unsur-unsur kebahasaan diantaranya bunyi, lafal, intonasi, kata, kalimat, dan makna.
Terdapat aspek pemahaman (keterampilan menyimak dan keterampilan membaca) dalam tema informasi, hal ini dapat dilihat dari Kompetensi dasar yang harus dicapai oleh siswa.
Aspek penggunaan (keterampilan menulis dan keterampilan berbicara) sudah terdapat dalam tema informasi, hal ini dapat dilihat dari Kompetensi Dasar yang harus dicapai oleh siswa.
Tema informasi berkaitan dengan mata pelajaran Penjasorkes, dan PKn,.
Tema 10 : Lingkungan
Dalam tema lingkungan, aspek kebahasaan sudah baik karena tata bahasanya sudah sesuai dengan unsur-unsur kebahasaan diantaranya bunyi, lafal, intonasi, kata, kalimat, dan makna.
Terdapat aspek pemahaman (keterampilan menyimak dan keterampilan membaca) dalam tema lingkungan, hal ini dapat dilihat dari Kompetensi dasar yang harus dicapai oleh siswa.
Aspek penggunaan (keterampilan menulis dan keterampilan berbicara) sudah terdapat dalam tema lingkungan, hal ini dapat dilihat dari Kompetensi Dasar yang harus dicapai oleh siswa.
Tema lingkungan berkaitan dengan mata pelajaran PKn.
Tema 11 : Komunikasi
Dalam tema komunikasi, aspek kebahasaan sudah baik karena tata bahasanya sudah sesuai dengan unsur-unsur kebahasaan diantaranya bunyi, lafal, intonasi, kata, kalimat, dan makna.
Terdapat aspek pemahaman (keterampilan menyimak dan keterampilan membaca) dalam tema komunikasi, hal ini dapat dilihat dari Kompetensi dasar yang harus dicapai oleh siswa.
Aspek penggunaan (keterampilan menulis dan keterampilan berbicara) sudah terdapat dalam tema komunikasi, hal ini dapat dilihat dari Kompetensi Dasar yang harus dicapai oleh siswa.
Tema komunikasi berkaitan dengan mata pelajaran IPS.
2.3.2 Paparan Materi Ajar Bahasa Indonesia SD Kelas 4 Semester 2
No.
Standar Kompetensi
Kompetensi Dasar
Teks
1.
Mendangarkan
Mendengarkan pengumuman dan pembacaan pantun
5.1 Menyampaikan kembali isi pengumuman yang dibacakan
Tema 4: Pekerjaan
Teks bacaan:
Lowongan pekerjaan
Tema 9: Informasi
Teks bacaan:
Pengumuman lomba tari
Tema 10: Lingkungan
Teks bacaan:
Pengumuman kebersihan lingkungan
5.2 Menirukan pembacaan pantun anak dengan lafal dan intonasi yang tepat
Tema 8: Budi Pekerti
Teks bacaan:
Pantun nasehat
Tema 11: Komunikasi
Teks bacaan:
Pantun anak
2.
Berbicara
Mengungkapkan pikiran, perasaan, dan informasi berbalas pantun dan bertelepon
6.1 Berbalas pantun dengan lafal dan intonasi yang tepat
Tema 8: Budi Pekerti
Teks bacaan:
Pantun nasehat
Tema 9: Informasi
Teks bacaan:
Pantun nasehat
Tema 10: Lingkungan
Teks bacaan:
Pantun nasehat
6.2 Menyampaikan pesan yang diterima melalui telepon sesuai dengan isi pesan
Tema 4: Pekerjaan
Teks bacaan:
Dialog percakapan
Tema 11: Komunikasi
Teks bacaan:
Dialog percakapan
3.
Membaca
Memahami teks melalui membaca intensif, nyaring, dan membaca pantun
7.1 Menemukan kalimat utama pada tiap paragraph melalui membaca intensif
Tema 9: Informasi
Teks bacaan:
Sesudah suatu kegagalan
Tema 10: Lingkungan
Teks bacaan:
Mangga milik eyang kakung
7.2 Membaca nyaring suatu pengumuman dengan lafal dan intonasi yang tepat
a. Tema 8: Budi Pekerti
Teks bacaan:
Pengumuman pengadaan bakti sosial
b. Tema 11: Komunikasi
Teks bacaan:
Pengumuman lomba baca puisi
7.3 Membaca pantun anak secara berbalasan dengan lafal dan intonasi yang tepat
a. Tema 4: Pekerjaan
Teks bacaan:
Pantun Nasehat
4.
Menulis
Mengungkapkan pikiran, perasaan, dan informasi secara tertulis dalam bentuk karangan, pengumuman, dan pantun anak
8.1 Menyusun karangan tentang berbagai topik sederhana dengan memperhatikan penggunaan ejaan (huruf besar, tanda titik, tanda koma, dll)
a. Tema 8: Budi Pekerti
Teks bacaan:
Kejujuran
b. Tema 11: Komunikasi
Teks bacaan:
Surat kabar
8.2 Menulis pengumuman dengan bahasa yang baik dan benar serta memperhatikan penggunaan ejaan
a. Tema 9: Informasi
Teks bacaan:
Pengumuman pengadaan pentas seni
b. Tema 10: Lingkungan
Teks bacaan:
Pengumuman lomba kebersihan
8.3 Membuat pantun anak yang menarik tentang berbagai tema (persahabatn, ketekunan, kepatuhan, dll) sesuai dengan ciri-ciri pantun
a. Tema 4: Pekerjaan
Teks bacaan:
Pantun nasehat
2.3.3 Temuan Materi Ajar Bahasa Indonesia SD dikaitkan dengan GBPP/Silabus
Di dalam kurikulum mata pelajaran Bahsa Indonesia SD kelas IV semester 2 terdapat 4 Standar Kompetensi dengan 10Kompetensi Dasar. Cakupan materi ajar yang ada di dalam buku paket Bahasa Indonesia untuk Sekolah Dasar Kelas IV yang ditulis oleh Umri Nur Aini sudah sesuai dengan materi yang ada di silabus (kurikulum) tersebut. Adapun materi yang terdapat di dalam buku tersebut meliputi kebahasaan (bunyi, lafal, intonasi, kata, kalimat, dan makna); keterampilan berbahasa (pemahaman dan penggunaan); dan kesusastraan (pantun).
2.3.4 Keterkaitan Materi Ajar Bahasa Indonesia dengan Materi Ajar Bidang Studi yang Lain
Materi ajar yang ada di dalam buku paket Bahasa Indonesia untuk Sekolah Dasar Kelas IV yang ditulis oleh Umri Nur Aini memiliki keterkaitan dengan materi ajar bidang studi yang lain. Adapun contohnya adalah sebagai berikut.
Tema 4: pekerjaan berkaitan dengan mata pelajaran IPS dan Pendidikan Agama Islam.Teks bacaan tentang lowongan pekerjaan berkaitan dengan mata pelajaran IPS. Karena di dalam teks tersebut berisi tentang pokok bahasan ilmu ekonomi, sosiologi, geografi, dan sejarah yang semuanya ada di mata pelajaran IPS SD.Teks bacaan pantun nasehat berkaitan dengan mata pelajaran Pendidikan Agama Islam. Karena pantun tersebut berisi perintah untuk menunaikan sholat.Tema 8: budi pekerti berkaitan dengan mata pelajaran PKn dan IPSTeks bacaan pantun nasehat berkaitan dengan mata pelajaran PKn. Karena pantun tersebut berisi perintah untuk saling tolong menolong antar sesama. Dalam tema 8 juga terdapat teks bacaan tentang kejujuran, dimana kejujuran merupakan pokok bahasan mata pelajaran PKn SD.Teks bacaan yang berisi pengumuman pengadaan bakti sosial berkaitan dengan mata pelajaran IPS dan PKn. Karena kegiatan tersebut bentuk dari sosialisasi yang merupakan pokok bahasan ilmu sosiologi yang termasuk dalam mata pelajaran IPS SD. Bakti sosial juga merupakan bentuk tenggang rasa, yang merupakan pokok bahasan PKn.Tema 9: informasi berkaitan dengan mata pelajaran Penjasorkes dan PKn,Teks bacaan pantun nasehat berkaitan dengan mata pelajaran penjasorkes. Karena pantun tersebut berisi perintah untuk berolahraga.Teks bacaan yang berjudul “Sesudah suatu Kegagalan” berkaitan dengan mata pelajaran PKn. Karena teks bacaan tersebut memberikan amanat kepada pembaca agar tidak mudah putus asa.Tema 10: lingkungan berkaitan dengan mata pelajaran PKn.Teks pengumuman mengenai menghadiri rapat berkaitan dengan mata pelajaran PKn. Karena rapat adalah salah satu bentuk dari musyawarah.Tema 11: komunikasi berkaitan dengan mata pelajaran IPS.Teks pengumuman mengenai lomba baca puisi tema kemerdekaan berkaitan dengan mata pelajaran IPS. Karena kemerdekaan adalah salah satu pokok bahasan dalam mata pelajaran IPS.
III SIMPULAN
Cakupan atau ruang lingkup materi perlu ditentukan untuk mengetahui apakah materi yang harus dipelajari oleh murid terlalu banyak, terlalu sedikit, atau telah memadai sehingga sesuai dengan kompetensi dasar yang ingin dicapai. Cakupan materi ajar Bahasa Indonesia SD terdiri dari aspek kebahasaan, keterampilan, dan kesusastran.
Terdapat beberapa prinsip yang perlu diperhatikan dalam pelaksanaan pembelajaran bahasa secara terpadu di sekolah dasar, terutama pada saat penggalian tema-tema. Dalam proses penggalian tema-tema perlu diperhatikan prinsip-prinsip sebagai berikut: (a) tema hendaknya tidak terlalu luas; (b) tema harus bermakna; (c) tema harus disesuaikan dengan tingkat perkembangan siswa; (d) tema yang dikembangkan harus mampu menunjukkan sebagian besar minat siswa; (e) tema yang dipilih hendaknya mempertimbangkan peristiwa-peristiwa otentik yang terjadi di dalam rentang waktu belajar; (f) tema yang dipilih hendaknya mempertimbangkan kurikulum yang berlaku serta harapan masyarakat;
(g) tema yang dipilih hendaknya juga mempertimbangkan ketersediaan sumber belajar.
Di dalam kurikulum mata pelajaran Bahsa Indonesia SD kelas IV semester 2 terdapat 4 Standar Kompetensi dengan 10Kompetensi Dasar. Cakupan materi ajar yang ada di dalam buku paket Bahasa Indonesia untuk Sekolah Dasar Kelas IV yang ditulis oleh Umri Nur Aini sudah sesuai dengan materi yang ada di silabus (kurikulum) tersebut. Adapun materi yang terdapat di dalam buku tersebut meliputi kebahasaan (bunyi, lafal, intonasi, kata, kalimat, dan makna); keterampilan berbahasa (pemahaman dan penggunaan); dan kesusastraan (pantun). Materi ajar yang ada di dalam buku paket Bahasa Indonesia untuk Sekolah Dasar Kelas IV yang ditulis oleh Umri Nur Aini memiliki keterkaitan dengan materi ajar bidang studi yang lain.
DAFTAR RUJUKAN
Azmy, Bahauddin. 2012. Bahasa Indonesia SD, (Online). Surabaya: Universitas PGRI Adi Buana. http://www.bahasa Indonesia SD.pdf. (Diakses tanggal 30 Agustus 2012 pukul 12.10 WIB)
Dhono. 2012. Pengertian Drama, (Online), (http://dhono-wareh.blogspot.com/2012/04/pengertian-drama-adalah.html). (Diakses tanggal 30 Agustus 2012 pukul 12.15 WIB)
Finoza, Lamuddin. 2008. Komposisi Bahasa Indonesia, (Online). Jakarta: Diksi
http://fikriyogi.wordpress.com/2012/02/22/pengertian-morfem/. (Di akses tanggal 30 Agustus 2012 pukul 13.00 WIB)
Hs. Widjono. 2010. Buku Bahasa Indonesia, (Online).Jakarta:
http://ridwanaz.com/umum/bahasa/pengertian-kalimat-definisi-kalimat/
(Diakses tanggal 30 Agustus 2012 pukul 13.05)
Mulyati, Yeti dan Halimah. 2010. Evaluasi Baahasa Indonesia Pdf, (Online). Jakarta: UPI. http://www.pembelajaranbahasadansastraindonesia.
(Diakses tanggal 30 Agustus 2012 pukul 13.12)
Resmini, Novi. 2008. Pembelajaran Bahasa Indonesia secara Terpadu, (Online). Jakarta: UPI. http://www. Pembelajaran Bahasa Indonesia Secara Terpadu.pdf. (Diakses tanggal 30 Agustus 2012 pukul 13.15)