Selasa, 09 Januari 2018

Tanda Baca

Penggunaan Tanda Baca Menurut Ejaan yang Disempurnakan (EYD) – Dalam menulis tanda baca merupakan salah satu elemen yang wajib kita perhatikan. Tanda baca berkaitan erat dengan suara (fonem). Hal ini dikarenakan tanda baca mempengaruhi intonasi ketika membaca suatu tulisan dan intonasi sangat mempengaruhi intepretasi suatu kalimat (baca juga : jenis jenis kalimat).

Sering kali, kita masih dibingungkan dengan penggunaan berbagai tanda baca yang ada. Untuk itu, berikut kami berikan ulasan tentang tanda baca beserta contoh penggunaannya berdasarkan kaidah ejaan yang disempurnakan (EYD).

Tanda Titik (.)

Seperti yang sudah kita ketahui, tanda titik digunakan untuk mengakhiri suatu kalimat pernyataan, namun tanda titik sebenarnya masih memiliki berbagai kegunaan lain. Di bawah ini merupakan kaidah penggunaan tanda titik menurut ejaan yang disempurnakan (EYD):

1. Tanda titik digunakan pada akhir kalimat pernyataan.

Contoh:

Ani sedang belajar di rumah.Toni menolak pernyataan yang disampaikan oleh Budi.

Dalam penggunaan tanda titik di akhir kalimat, terdapat beberapa pengecualian sebagai berikut,

1.1. Tanda titik tidak digunakan pada akhir judul yang merupakan kepala karangan, ilustrasi, atau tabel.

Misal:

Seminar Nasional Konsumen Cerdas (nama acara)Pembahasan (judul bab)Gambar 3 Struktur Sel HewanTabel 6 Keikutsertaan Indonesia di Ajang Olimpiade 1988 s.d. 2012

1.2. Tanda titik tidak digunakan pada akhir alamat penerima dan pengirim surat, serta tanggal surat.

Misal:


Kepala SD Negeri 1 Jayakarta

   Jalan Pemuda 36

   Jayakarta

   Jakarta 10320

2. Kepala Badan Eksekutif Mahasiswa

    Kampus IPB Dramaga

    Bogor

3. 30 Juni 2015

4. Jakarta, 4 November 2015



2. Tanda titik digunakan di belakang angka atau huruf dalam suatu bagan, ikhtisar, atau daftar.

Contoh:

I. Pendahuluan

1.1 Latar Belakang

1.2 Tujuan

III. Kesimpulan dan Saran

3.1 Kesimpulan

3.2 Saran

Panduan Umum Ejaan Bahasa Indonesia

A. Penggunaan Tanda Hubung

B. Penggunaan Tanda Baca

B.1 Penggunaan Tanda Titik (.)

B.2 Penggunaan Tanda Koma (,)



Dalam penggunaan tanda titik di belakang angka atau huruf, ada beberapa pengecualian sebagai berikut,

2.1Tanda titik tidak dipergunakan pada angka atau huruf yang sudah bertanda kurung dalam suatu perincian.

Misal:

(BENAR)

Teks Anekdot (baca juga : contoh teks anekdot)memiliki tujuan sebagai berikut,

(1) menyampaikan kritik atas suatu fenomena atau tokoh.

(2) menghibur pembaca.



(SALAH)

Fungsi dari bahasa nasional antara lain,

(1.) lambang nasional

(2.) identitas nasional

(3.) alat pemersatu bangsa



2.2. Tanda titik tidak dipergunakan pada akhir penomoran digital lebih dari satu angka.

Misal:

 (BENAR)

Pendahuluan

1.1 Latar Belakang

1.2 Tujuan



(SALAH)

Pendahuluan

1.1. Latar Belakang

1.2. Tujuan



2.3. Tanda titik tidak dipergunakan di belakang angka atau angka terakhir dalam penomoran deret digital yang lebih dari satu angka pada judul tabel, bagan, grafik, atau gambar.

Misal:

(BENAR)

        Bagan Struktur Organisasi Badan Eksekutif Mahasiswa

        Grafik 1.1 Distribusi Pendapatan Petani di Desa Karangmuncang

        (SALAH)

        Gambar 7. Gedung SMP Negeri 2 Wonowari

        Tabel 1.1. Kondisi Irigasi di Desa Babakan Jati

3. Tanda titik digunakan untuk memisahkan angka jam, menit, dan detik yang menunjukkan waktu atau jangka waktu.

Contoh:

Pukul 11.25.37 (pukul 11 lewat 25 menit 37 detik atau pukul 1, 25 menit, 37 detik)23.23 (3 jam, 23 menit, 23 detik)34 (pukul 12 malam lewat 34 detik)23.49 jam (23 menit, 49 detik)00.53 jam (53 detik)

4. Tanda titik digunakan dalam daftar pustaka di antara nama penulis, tahun, judul tulisan (yang tidak berakhir dengan tanda tanya atau tanda seru), dan tempat terbit untuk penulisan daftar pustaka berupa buku. Sedangkan untuk penulisan daftar pustaka dari artikel, tanda titik digunakan di antara nama penulis, tahun, judul artikel, nama jurnal, dan edisi.

Contoh:

Satria A. 2009. Pesisir dan Laut untuk Rakyat. Bogor (ID): IPB Pr.Sudirman LI. 2010. Partia; purification of antimicrobial compound isolated from mycelia of tropical Lentinus cladopus LC4. Hayati J Biosci. 17(2)63-67.

5. Tanda titik digunakan untuk memisahkan bilangan ribuan atau kelipatannya yang menunjukkan jumlah.

Contoh:

Jumlah buku Raditya Dika yang terjual mencapai 1.000.000 eksemplar.Untuk menyelenggarakan acara tersebut, pemerintah menganggarkan dana sebesar Rp2.789.000.000,00.Kapasitas stadion sepak bola baru yang akan dibangun di Kota Bogor diperkirakan mampu menampung lebih dari 80.000 suporter.

Dalam penggunaan tanda titik untuk memisahkan bilangan ribuan atau kelipatannya, terdapat beberapa pengecualian sebagai berikut,

5.1.Tanda titik tidak digunakan untuk memisahkan bilangan ribuan atau kelipatannya yang tidak menunjukkan jumlah.

Misal:

Ayah saya lahir pada tahun 1956.Kata pungtuasi terdapat dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia Pusat Bahasa halaman 1078.Pembayaran dapat dilakukan melalui transfer ke nomor rekening 133007693928.

6. Tanda baca titik digunakan untuk singkatan gelar, baik akademik maupun kebangsawanan.

Contoh:

Siti Raminah, S.E.Otto Iskandar Dijaya, Ph.D.R.A. Kartini

Tanda Koma (,)

Berikut ini kaidah penggunaan tanda baca koma menurut ejaan yang disempurnakan:

1. Tanda koma digunakan di antara unsur-unsur dalam suatu pemerincian atau pembilangan.

Contoh:

Seminar tersebut akan dihandiri oleh menteri, rektor, serta pembiacara-pembiacara yang tak kalah luar biasa.Wati, Indra, dan Siska merupakan tiga bersaudara.Lomba ini akan memperebutkan juara pertama, kedua, dan ketiga.

2. Tanda koma digunakan sebelum kata penghubung (konjungsi) yang menunjukkan pertentangan, seperti tetapimelainkan,sedangkan, dan lain sebagainya dalam kalimat majemuk setara (baca : contoh kalimat majemuk setara).

Contoh:

Anita bekerja di salah satu perusahaan swasta, tetapi gaji yang ia terima jauh dibawah rata-rata.Ayahnya bukan pegawai bank, melainkan manajer di salah satu di perusahaan swasta.Ibu bertugas memasak di dapur setiap harinya, sedangkan Ani mencuci peralatan kotor yang ada.

3. Tanda koma digunakan untuk memisahkan anak kalimat yang dalam penulisannya mendahului induk kalimat.

Contoh:

Demi mencegah terjadinya tindak kenjahatan, aparat kepolisian merazia setiap kendaan bermotor yang lewat di Jalan Juanda siang itu.Karena dosen memiliki sebuah urusan, perkuliahan pada hari ini ditiadakan.Bila ia datang, maka aku memilih untuk tetap tinggal.

Sebagai catatan, untuk induk kalimat yang ditulis terlebih dahulu dari anak kalimat, maka tidak perlu ditambahkan tanda baca titik di antara keduanya.

Misal:

Kelas diliburkan karena dosen yang mengajar sedang ada urusan.Dia mendapat nilai tertinggi di ujian karena dia paling rajin ketika di kelas.

4. Tanda koma digunakan di belakang kata atau ungkapan penghubung antar kalimat, sepertioleh karena itujadidengan demikian,sehubungan dengan itumeskipun demikian, dan lain sebagainya.

Contoh:

Rani merupakan murid dari sekolah unggulam. Oleh karena itu, orang tuanya berharap fokus untuk belajar tanpa terganggu kegiatan lainnya.Pak Salhan memang dikenal baik oleh warga sekitar. Jadi, wajar saat warga mengajukannya menjadi ketua RW di komplek tempat dingga mereka.Raihan memang kesulitan dalam hal memahami materi perkuliahan. Meskipun demikian, ia tidak pernah menyerah untuk terus belajar.

5. Tanda koma digunakan sebelum dan/atau setelah kata seru, seperti oyawahaduhhai, dan lain sebagainya. Selain itu tanda koma juga digunakan sebelum dan/atau sesudah kata sapaan, seperti BuDikKak, dan lain-lain.

Contoh:

Selamat siang, Dik! da yang bisa saya bantu?Aduh, gue lupa bawa laporan praktikum kedua.Ya, Shinta baru menyadari kemiripan kedua tas tersebut.

6. Tanda koma digunakan untuk memisahkan petikan langsung dari bagian lain dalam kalimat.

Contoh:

Ayah berpesan, “Empat tahun dari sekarang, Ayah tunggu prestasi yang membanggakan.”“Saya berkenalan dengan Tania sekitar 4 tahun lalu.”, Diska memulai ceritanya, “Ibunya seoramg guru, sedangkan ayahnya mendekam di perjara.”“Kamu sedang apa?”, tanya Toni

7. Tanda koma digunakan di antara (a) nama dan alamat, (b) bagian-bagian alamat, (c) tempat dan tanggal, serta (d) nama tempat dan wilayah apabila ditulis secara berurutan.

Contoh:

Saudara Arya Hendrata, Jalan Beo Raya 45, Jakarta UtaraDr. Ir. Lia Mulia, M.Sc.Bukittinggi, 23 April 1987Dramaga, Bogor, Jawa Barat

8. Tanda koma digunakan untuk memisahkan bagian nama yang dibalik susunannya dalam daftar pustaka. Selain itu tanda koma juga digunakan untuk memisahkan masing-masing nama apabila suatu buku atau artikel memiliki lebih dari satu penulis dalam daftar pustaka.

Contoh:

Satria A. 2009. Pesisir dan Laut untuk Rakyat. Bogor (ID): IPB Pr.Sudirman LI. 2010. Partia; purification of antimicrobial compound isolated from mycelia of tropical Lentinus cladopus LC4. Hayati J Biosci. 17(2)63-67.

9. Tanda koma digunakan di antara bagian-bagian dalam catatan kaki atau catatan akhir.

Contoh:

Sutan Takdir Alisjahbana, Tata Bahasa Baru Bahasa Indonesia, Jilid  2  (Jakarta:  Pustaka Rakyat,  1950),  25.J.S. Poerwadarminta, Bahasa Indonesia untuk Karang-mengarang (Jogjakarta:  UP Indonesia,  1967),  hlm. 4.

10. Tanda koma digunakan di antara nama orang dan singkatan gelar akademis yang mengikutinya. Penggunaan tanda koma in bertujuan untuk membedakan gelar akademis dengan singkatan nama diri, keluarga, atau marga.

Contoh:

Ayu Aji Putri Setia Utami, S.E., M.Agribuss.Bambang S.H.

Hanya karena sebuah tanda koma, suatu kalimat dapat memiliki arti yang sangat berbeda.

Misal:

Dara Atika, S.H. (sarjana hukum, gelar akademik) berbeda dengan Dara Atika S.H. (Setia Hasna, singkatan nama)

11. Tanda koma digunakan sebelum angka decimal atau diantara rupiah dan sen yang dinyatakan dengan angka.

Contoh:

Jarak kota A ke kota B sekitar 14,2 km.Diana membeli gula sebanyak 3.5 kg.Ima department store memberikan harga khusus untuk semua rok yang mereka jual, yakni seharga Rp99.999,99.

12. Tanda koma digunakan untuk mengapit keterangan tambahan atau aposisi.

Contoh:

Soeharto, Presiden II RI, sering disebut sebagai Bapak Pembangunan.Leiden, salah satu kota di Belanda, menawarkan pesona wisata kota tua bagi para pendatangnya.

13. Tanda koma digunakan di belakang keterangan yang terdapat pasa awal kalimat untuk menghindari salah baca atau salah pengertian.

Contoh:

Dalam rangka mengenalkan budaya Sunda ke Indonesia, BEM FEM IPB mengadakan acara Bogor Art Festival.

Bila tidak menggunakan tanda koma, maka kalimat akan di atas akan menjadi, Dalam rangka mengenalkan budaya Sunda ke Indonesia BEM FEM IPB mengadakan acara Bogor Art Festival,  yang sulit untuk dibaca dan dimengerti.

Tanda Titik Koma (;)

Berikut ini beberapa penggunaan tanda titik koma (;) untuk berbagai tulisan:

1. Tanda titik koma dapat digunakan sebagai pengganti kata penghubung untuk memisahkan kalimat setara yang satu dengan kalimat setara lainnya dalam kalimat majemuk.

Contoh:

Ayah baru saja pulang; anak-anak masih belum tidur.Tono bertugas menyiapkan alat dan bahan; Wati bertugas membuat pudding; Cita bertugas menjual pudding yang sudah dibuat.

2. Tanda titik koma digunakan pada akhir perincian yang berupa klausa.

Contoh:

Di buka lowongan untuk Management Trainee, dengan kriteria sebagai berikut:

(1) lulusan S-1 dengan IPK minimal 3.00/4.00 (untuk universitas negeri) atau 3.25/4.00 (untuk universitas swasta);

(2) memiliki kemampuan bahasa Inggris yang lancar, baik tertulis maupun lisan;

(3) sehat jasmani dan rohani;

(4) bersedia mengikuti program trainingselama satu tahun.

3. Tanda titik koma digunakan untuk memisahkan bagian-bagian pemerincian dalam kalimat yang sudah menggunakan tanda koma.

Contoh:

Berikut susunan acara untuk acara pada pagi hari ini:Pembukaan oleh MC;Menyanyikan lagu Indonesia Raya, Hymne IPB, dan Mars FEM;Sambutan Ketua Panitia; …Setiap peserta harus memilih satu barang dari payung, jas hujan, atau topi; kamera, laptop, atau smartphone; liburan ke Bali, Lombok, atau Yogjakarta.

Tanda Titik Dua (:)

Berikut ini berbagai penggunaan tanda baca titik dua menurut kaidah ejaan yang disempurnakan (EYD):

1. Tanda titik dua digunakan pada akhir suatu pernyataan lengkap yang diikuti pemerincian atau penjelasan.

Contoh:

Andi dan Sila mengisi rumah baru mereka dengan berbagai perabotan rumah tangga: sofa, kasur, lemari, dan sebagainya.Andi mempertaruhkan segalanya dalam tes ini karena baginya hanya ada dua pilihan: lolos tes beasiswa ke Belanda atau kembali pulang ke kampung menggarap sawah milik keluarga.

Meski digunakan dalam pemerincian, namun tanda titik dua tidak digunkan untuk penjelasan atau pemerincian yang mengakhiri suatu pernyataan.

Misal:

(BENAR)

Untuk mendekorasi kelas, kita membutuhkan balon, gabus warna, dan juga pita hias.

(SALAH)

Untuk mendekorasi kelas, kita membutuhkan: balon, gabus warna, dan juga pita hias.

2. Tanda titik dua digunakan sesudah kata atau ungkapan yang memerlukan pemerian.

Contoh:

Ketua        : Ramadhan F.N.

  Sekretaris : Riana Putri

  Bendahara: Sita Novita

3. Tanda titik dua digunakan dalam naskah drama atau lakon sesudah kata yang menunjukkan pelaku dalam percakapan.

Contoh:

Pemuda : “Ini tidak bisa dibiakan begitu saja, Pak Kades!”

  Warga desa : “Benar sekali, Pak.”

  Pemuda       : “Sudah dua orang tewas karena kelakuan dukun santet itu, Pak!”

4. Tanda titik dua digunakan di antara (a) jilid atau nomor dan halaman, (b) surah dan ayat dalam kitab suci, (c) judul dan anak judul, serta (d) nama koa dan penerbit dalam daftar pustaka.

Contoh

Horizon XLII, No. 8/2008: 8Surah Al-Baqarah: 2-5Dari Pemburu ke TerapeutikAnalogi Cerpen NusantaraSatria A. 2009. Pesisir dan Laut untuk Rakyat. Bogor (ID): IPB Pr.

Tanda Hubung (-)

Berikut ini contoh-contoh pemakaian tanda hubung sesuai EYD:

1. Tanda hubung digunakan untuk menandai bagian kata yang terpenggal oleh pergantian baris.

Contoh:

Dalam pelaksanaannya, sering kali terjadi kesalahan-kesalahan yang ti-

  dak diinginkan.

Ketika sedang mencuci di sungai, bawang putih menyelamakan seekor i-

  kan mas.

2. Tanda hubung dipakai untuk menyambung unsur kata ulang.

Contoh:

pura-purabolak-balikkemerah-merahan

3. Tanda hubung digunakan untuk menyambung tanggal, bulan, dan tahun yang ditulis dengan angka atau menyambung huruf yang telah dieja satu per satu.

11-12-2013I-n-d-o-n-e-s-i-a

4. Tanda hubung digunakan untuk memperjelas hubungan kata atau ungkapan

Contoh:

Ber-ganti-anDua-puluh-lima ribuan (25 x 1000)Dua-puluh lima-ribuan (20 x 5000)

5. Tanda hubung digunakan untuk merangkai.

Contoh:

Se-Kabupaten, Se-JawaTengahKe-2, ke-3Tahun 2000-an, 1960-anBer-KTP, sinar-X, KTP-mu, SIM-kuD-3, S-1, S-2, S-3

Namun, tanda hubung tidak dapat digunakan di antara huruf dan angka, apabila angka tersebut menunjukkan jumlah huruf, misal BP3K; LP3I; P3K; dan ain sebagainya.

6. Tanda hubung digunakan untuk merangka unsur bahasa Indonesia dengan bahasa lain, baik bahasa daerah maupun asing.

Contoh:

Meng-uploadDi-sowan-i

7. Tanda hubung digunakan untuk menandai bentuk terikat yang menjadi objek bahasan.

Contoh:

Kata pasca- berasal dari bahasa Sansekerta.Akhiran –isasi pada kata betonisasi sebaiknya diubah menjadi pembetonan.

Tanda Pisah (—)

Berikut ini kaidah penulisan tanda baca pisah (—) yang sesuai dengan EYD,

1 .Tanda pisah dapat digunakan untuk membatasi penyisipan kata atau kalimat yang memberikan penjelasan selain yang telah disebut di bangun kalimat.

Contoh:

Rani terjatuh—saya yakin dia menangis—dari sepeda kumbangnya dan masuk ke got depan komplek.

2. Tanda pisah digunakan untuk menegaskan adanya keterangan aposisi atau keterangan lain.

Contoh:

Atlet sekelas Taufik Hidayat—penyabet medali emas di Yunani—harusnya mendapat apresiasi yang pantas dari negera atas usahanya mengharumkan nama bangsa Indonesia.Penemuan teori Big Bang—teori yang menyatakan bahwa semesta terbentuk atas satu ledakan maha dahsyat—telah merubah pemahaman kita terhadap alam semesta.

3. Tanda pisah digunakan antara dua bilangan, tanggal, atau tempat yang berarti ‘sampai dengan’ atau ‘sampai ke’.

Contoh:

23-28 Januari 2016Dari tahun 1997-2007Jakarta-Bandung

Tanda Tanya (?)

Di bawah ini merupakan contoh penggunaan tanda tanya dalam penulisan,

1. Tanda tanya digunakan di akhir kalimat tanya.

Contoh:

Kapan hari kemerdekaan Indonesia?Berapa jumlah provinsi di Indonesia?

2. Tanda tanya yang dikurung digunakan untuk mengakhiri ungkapan atau pernyataan yang disangsikan atau kurang terbukti kebenarannya.

Contoh:

Dimas Kanjeng mampu menggandakan uang (?)Ada hantu ‘Satpam Terbang’ yang berkeliaran di asrama (?)

Tanda Seru (!)

Tanda seru digunakan untuk mengakhiri kalimat yang berupa seruan atau perintah yang menggambarkan emosi yang kuat, kesungguhan, ketidakpercayaan, atau rasa takjub.

Contoh:

Hidup mahasiswa!Benar-benar indah pantai ini!Deskripsikan gambar tersebut dalam satu kalimat!

Tanda Elipsis (…)

Berikut ini beberapa contoh penggunaan tanda elipsi sesuai dengan kaidah EYD.

1. Tanda Elipsis digunakan untuk menunjukan bahwa suatu kalimat atau kutiban ada bagian yang sengaja dihilangkan.

Contoh:

Dalam UUD 1945 disebutkan empat tujuan Negara Indonesia, yakni melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia, memajukan kesejahteraan umum, ….Menurut … maka diprediksi dunia akan kekurangan pangan dalam kurun waktu kurang dari 50 tahun lagi.

2. Tanda elipsis digunakan untuk menulis perkataan yang tidak selesai dalam dialog.

Contoh:

“Bagaimana jika kita … Bukankah itu lebih baik?”“ … Ya sudah saya ikuti apa kata mereka saja.”

Dalam penggunaan tanda elipsis, ada beberapa kaidah penulisan yang harus di perhatikan yakni,

Tanda elipsis diawali dan diikuti dengan spasi.Untuk penggunaan tanda ellipsis di akhir kalimat diikuti dengan tanda titik, sehingga tanda titik nantinya berjumlah 4 buah.

Tanda Petik (“…”)

Di bawah ini merupakan kaidah penggunaan tanda petik berdasarkan EYD.

1. Tanda petik dipakai untuk mengapit petikan langsung yang berasal dari pembicaraan, naskah, dialog, dan sejenisnya.

Contoh:

“Jam berapa ini?”, tanya Andri pada perempuan di sampingnya.Menurut Pasal 31 UUD 1945, “Setiap warga negara berhak memperoleh pendidikan”.

2. Tanda petik digunakan untuk mengapit judul sajak, lagu, film, sinetron, artikel, naskah, bab buku, dan lain-lain yang disebutkan dalam suatu kalimat.

Contoh:

Film “Dr. Strange” yang dibintangi actor Benedict Cumberbatch kini tengah merajai box office.Buatlah resensi dari novel “Laskah Pelangi”!

3. Tanda petik digunakan untuk mengapit istilah dengan arti khusus maupun istilah ilmiah yang kurang dikenal.

Contoh:

Di musim Pemilu ini, dikhawatirkan akan banyak “serangan fajar”.Praktik memberikan “amplop” kepada petugas masih sering terjadi hingga saat ini.

Tanda Petik Tunggal (‘…’)

Berikut ini kaidah penggunaan tanda pentik tungga sesuai ejaan yang disempurnakan (EYD).

1. Tanda petik tunggal digunakan untuk mengapit petikan di dalam petikan.

Contoh:

“Sepertinya waktuku cukup untuk membaca novel ‘Edensor’ sembari menunggu kedatanganmu tadi”, ucap Wati kesal.“Andreas, apa kau tadi juga mendengar bunyi ‘pluk’ di belakang pohon sana?”, Rey berbisik takut pada Andreas.

2. Tanda petik tunggal digunakan untuk mengapit makna, terjemahan, atau penjelasan dari suatu kata atau ungkapan.

Contoh:

terdakwa                        ‘yang didakwa’pungtuasi                       ‘tanda baca’matur nuwun               ‘terima kasih’policy ‘kebijakan’

Tanda Kurung ((…))

Tanda kurung memiliki beberapa kegunaan dalam penulisan sehari-hari, berikut ini beberapa kegunaan kegunaan tanda kurung menurut kaidah EYD.

1. Tanda kurung digunakan untuk mengapit keterangan atau penjelasan.

Contoh:

Lembaga pengkreditan tersebut menyediakan jasa pengkreditan dengan jaminan surat bukti kepemilikan kendaraan bermotor (BPKB).Mahasiswa Agribisnis IPB sukses menyelenggarakan Lokakarya (workshop) di tujuh kecamatan berbeda di Kabupaten Kuningan.

2. Tanda kurung digunakan untuk mengapit keterang atau penjelasan yang bukan bagian utama kalimat.

Contoh:

Keterangan tersebut (lihat Tabel 2.4) menunjukan jika tren positif investasi syariah di Indonesia dari tahun ke tahun.Artis asal Singapura itu nampak menawan dalam balutan pakaian tradisional Cina bercorak naga (mahluk mitologi Cina) di red carpet acara tadi malam.

3. Tanda kurung digunakan untuk mengapit huruf atau kata yang keberadaannya di dalam teks dapat dimunculkan maupun dihilangkan.

Contoh:

Ani pergi berbelanja menggunakan (bus) Kopaja.Liburan kali ini, diperkirakan akan banyak wisatawan yang mengunjungi (pulau) Bali.

4. Tanda kurung digunakan untuk mengapit huruf atau angka yang digunakan sebagai penanda pemerincian.

Contoh:

Penentuan bauran pemasaran ini mempertimbangkan (a) product, (b) price, (c) place, dan (d) promotion.Berkas lamaran harus melampirkan

(1) Akta kelahiran,

(2) Surat berkelakuan baik dari kepolisian,

(3) Surat keterangan kesehatan yang dikeluarkan rumah sakit, dokter, ataupun puskesmah.

Tanda Kurung Siku ([…])

Tanda kurung siku mungkin jarang ditemui di teks tertulis atau naskah lainny, namun kita juga perlu tahu penggunaan tanda kurung siku menurut kaidah EYD seperti yang disebutkan dibawah ini.

1. Tanda kurung siku digunakan untuk mengapit huruf, kata, atau kelompok kata sebagai tanda koreksi atau tambahan atas kesalahan atau kekurangan naskah asli yang ditulis oleh orang lain.

Contoh:

[Kongres Pemuda II] tanggal 28 Oktober merupakan hari yang sangat bersejarah bagi Republik Indonesia sehingga diperingati sebagai Hari Sumpah Pemuda.

2. Tanda kurung siku digunakan untuk mengapit keterang dalam kalimat penjelas yang terdapat dalam tanda kurung.

Contoh:

Persamaan antara kedua hal tersebut (perbedaannya telah disebutkan di Bab II [lihat halaman 73-74]) akan dikupas pada bab ini.

Tanda Garis Miring (/)

Berikut ini beberapa contoh penggunaan tanda baca garis miring berdasarkan kaidah EYD.

1. Tanda garis miring digunakan dalam penulisan nomor surat, nomor pada alamat, dan penandaan masa satu tahun yang terbagi menjadi dua tahun takwim.

Contoh:

Nomor: 023/A.1/BEMFE/XI/2016Jalan Pemuda III/10Masa bakti 2015/2016

2. Tanda miring digunakan sebagai pengganti kata danatau, serta setiap.

Contoh:

mahasiswa/mahasiswi                       ‘mahasiswa dan mahasiswi’pisang rebus/goreng/bakar              ‘pisang rebus atau goreng atau bakar’sebelum dan/atau sesudah               ‘sebelum dan sesudah atau sebelum atau sesudah’harganya Rp15.000,00/buah           ‘harganya Rp15.000,00 untuk setiap buahnya’

3. Tanda garis miring digunakan untuk mengapit huruf, kata, atau kelompok kata sebagai koreksi atau pengurangan atas kesalahan atau kelebihan di dalam naskah asli yang ditulis orang lain.

Contoh:

Kong/g/res Pemuda II diselenggarakan pada tanggal 28 Oktober 1928, pada kesempatan tersebut lagu “Indonesia Raya” untuk pertama kalinya dikumandangkan.

Tanda Penyingkat atau Apostrof (‘)

Tanda penyingkat digunakan untuk menunjukan penghilangan bagian kata atau angka tahun dalam konteks tertentu.

Contoh:

Paketnya sudah diterima, ‘kan? (‘kan berarti bukan)Libur ‘lah tiba. (‘lah berarti telah)3-3-’14 (’14 berarti 2014)

Sekian pembahasan tentang penggunaan tanda baca beserta contohnya. Semoga artikel ini bermanfaat.


Sabtu, 06 Januari 2018

Info Penting!!!

Bapak ibu yg punya saudara/putra/i yg mau ikut melamar jadi volunteer Asian Games XVIII Th 2018 yg akan dialaksanakan 18 Agustus sd 2 September 2018, bisa melamar.
Persyaratan diantaranya :
Mahasiswa, 18 tahun, penampilan menarik, fasih berbahasa asing, ingris, cina, jepang, dll.
Dibutuhkan 10.000 volunteers untuk event di Jkt dan 2.000 volunteers utk event di palembang..
Honor volunteer Rp 600.000/hari.
Silahkan akses informasi lengkap ke www.volunteer.asiangames2018.id


WAWANCARA

Pengertian Wawancara dan NARA SUMBER
Wawancara atau wawancara  merupakan suatu bentuk komunikasi verbal atau percakapan antara 2 orang atau lebih dan antara antara pewawancara dan narasumber.Tujuan dari wawancara itu sendiri adalah untuk mendapatkan informasi di mana sang pewawancara akan melontarkan pertanyaan-pertanyaan untuk dijawab oleh orang narasumber.Narasumber adalah orang yang bisa memberikan informasi yang dibutuhkan oleh pewawancara atau dengan kata lain, narasumber adalah orang yang diwawancarai.Narasumber bisa juga disebut sebagai informan.

Wawancara yang baik disusun dengan menggunakan metode teknik yang lebih sistematis. Dalam wawancara, pertanyaan dan jawaban yang diberikan secara verbal.Usahakan hal ini dilakukan dalam keadaan tatap muka, atau bila diperlukan dapat dilakukan melalui telepon. Hubungan dalam wawancara biasanya bersifat sementara, yaitu dalam jangka waktu tertentu dan kemudian diakhiri. Oleh karena itu juga, pewawancara harus bisa menciptakan suasana akrab, sehingga narasumber bisa memberikan keterangan yang kita inginkan dengan penuh kerelaan.

Jenis-jenis Wawancara

Dalam melakukan suatu wawancara, pewawancara membutuhkan panduan atau panduan yang daftar pertanyaan yang akan ditanyakan kepada narasumber. Jadi hampir sama dengan angket, hanya saja jawaban atas pertanyaan dalam wawancara ditulis sendiri oleh pewawancara sesuai dengan jawaban lisan yang dikemukakan oleh narasumber. Adapun jenis-jenis pembicaraan tersebut antara lain:

Wawancara oleh tim atau panel , yaitu wawancara yang dilakukan tidak hanya oleh satu orang, tapi oleh dua orang atau lebih terhadap seorang yang diwawancarai.Wawancara terbuka , yaitu jenis wawancara di mana informan dengan pasti pasti mereka sedang diwawancarai dan paham akan sesuai dengan ketentuan tersebut.Wawancara tertutup , yaitu jenis wawancara yang umum narasumber tidak diketahui dan tidak jelas mereka sedang diwawancarai untuk keperluan tertentu. Bentuk seperti ini ini akan menyinggung perasaan narasumber, jadi akhirnya dalam suatu penelitian.Wawancara terstruktur , yaitu wawancara dimana pewawancaranya akan menentukan sendiri pertanyaannya dan pertanyaan-pertanyaan yang akan diajukan kepada narasumber. Sebelum diadakan wawancara sudah dibuat daftar pertanyaan yang sangat urut dan terstruktur. Pada jenis wawancara ini, jarang ada pertanyaan yang penting pendalaman yang bisa mengarahkan narasumber agar jangan sampai mengungkap kebohongan.Wawancara tidak terstruktur , yaitu wawancaranya yang digunakan untuk menemukan informasi yang bukan baku atau informasi tunggal. Pertanyaan-pertanyaan dalam wawancara ini tidak pernah di rekomendasikan dulu, dan biasanya pertanyaan ini mengalir begitu saja, alur kerja yang telah diciptakan.Wawancara riwayat secara lisan , yaitu wawancara yang dilakukan terhadap orang-orang yang pernah membuat sejarah karya ilmiah, sosial, pembangunan, perdamaian, dan sebagainya.Maksudnya ini untuk mengungkap riwayat hidup, pekerjaan, kesenangan, ketekunan, pergaulan, dan sebagainya.Wawancara bebas , yaitu wawancara dimana pewawancara bebas apa saja kepada narasumber, namun harus diperhatikan pertanyaan itu harus berhubungan dengan data-data yang diinginkan. Jika tidak hati-hati, kadang-kadang arah pertanyaan tidak terkendali.

Tahapan Prosedur Wawancara

A. Tahap Persiapan

PELAJARAN TERKAIT:

Definisi Serta Perbedaan Antara Teater Tradisional Dan Teater ModernContoh Wawancara dengan PedagangTahapan Persiapan WawancaraApa yang Dimaksud Kalimat Definisi?Tata Cara Penulisan KataUrutan Cara Membuat ParafrasaLaporan Hasil Seminar

Jangan Lewatkan



Temukan Cara Menjadi Penyanyi yang Lebih Baik



Penemuan ini Membuat Perusahaan Handuk Kertas Berani!



Bisakah ini Mengobati Akar Penyebab Diabetes?

Menentukan maksud atau tujuan wawancara (topik wawancara).Menentukan informasi yang akan di kumpulkan atau didata.Menentukan dan menghubungi narasumber.Menyusun daftar pertanyaan.

B. Tahap Pelaksanaan

Mengucap salam.Memperkenalkan diri.Mengutarakan maksud dan tujuan wawancara.Menyampaikan pertanyaan dengan teratur.Mencatat dan beban pokok-pokok wawancara.Mengakhiri dengan salam dan meminta kesediaan narasumber untuk dapat dihubungi kembali jika ada yang membutuhkan.

C. Tahap Penyusunan Hasil Wawancara

Tema atau topik wawancara.Tujuan atau maksud dari.Identitas narasumberRingkasan isi. Isi wawancara dapat ditulis dalam bentuk dialog atau dalam bentuk narasi.

Hal-hal yang Seharusnya Dihindari Saat Proses Wawancara Berlangsung

Menyampaikan pertanyaan yang sudah umum atau pasti jawabannya.Menanyakan pertanyaan yang sama dengan pertanyaan sebelumnya.Mintalah narasumber untuk mengulang-ulang balasan.Memotong pembicaraan narasumber.Bersikap lebih pandai dari narasumber.

Sikap-sikap yang Harus Dimiliki oleh Seorang Pewawancara

Netral, kata  , pewawancara tidak berkomentar untuk tidak setuju terhadap informasi yang diutarakan oleh narasumber karena tugasnya adalah rekaman seluruh keterangan dari narasumber, baik yang menyenangkan atau tidak.Rama , kata pewawancara menciptakan suasana yang mampu menarik minat narasumber.Adil , pewarna harus bisa pakai semua narasumber dengan sama.Pewawancara harus tetap hormat dan sopan kepada semua narasumber susuhakurkannya.Hindari menghindarkan , ingatkan harus bisa menghindar, jangan sampai narasumber merasa sedang dihakimi atau diuji. Jika suasana tegang, narasumber sesuai dengan ini dan meminta pewawancara untuk tidak ada hasil. Pewawancara harus mampu mengendalikan situasi dan kabar agar terarah.


Ilmu & Pendidikan


Nilai-nilai luhur kehidupan merupakan cahaya kehidupan....

Menjaga nilai-nilai moral dalam kehidupan membutuhkan keikhlasan dalam hati, pikiran dan jiwa. Tidak semua perbuatan amoral karena keinginan diri, banyak perbuatan yang bertentangan dengan nilai-nilai moral kehidupan karena dilakukan dengan alasan keterpaksaan. Terpaksa karena merasa didesak dengan kebutuhan hidup.
Orang yang bertindak amoral karena keterpaksaan sebenarnya kurang bersabar dalam menjalani ujian, cobaan kehidupan. Karena pada dasarnya perbuatan negatif dilakukan bukan karena keterpaksaan kebutuhan tapi tidak bisa mengendalikan keinginan duniawi.
Ilmu untuk bersabar dalam menjalani pahit getirnya kehidupan baiknya ditanamkan dalam kesadaran iman yang tergali dengan hati dan jiwa yang suci. Karena melalui hati dan jiwa yang suci inilah yang sebenarnya akan melahirkan kesabaran dalam menjalani kehidupan.


Rabu, 03 Januari 2018

Contoh Esai

Contoh Esai

Kesalahan yang umumnya dilakukan penulis pemula adalah cepat puas dengan esai yang berhasil mereka selesaikan. Kesalahan ini diperparah dengan anggapan bahwa esainya berkualitas baik, bahkan sangat baik. Anggapan semacam ini tentu tidak sepenuhnya salah. Sebagai penulis, kita boleh bangga atau puas dengan apa yang telah kita hasilkan. Namun,  ada baiknya kita meminta orang lain membaca esai kita dan meminta pendapat mereka. Hanya orang lainlah yang dapat menilai apakah tulisan kita berkualitas atau tidak. Karena itu, berikut adalah sebuah contoh esai sederhana yang dimaksudkan untuk membantu kita mengorganisasi gagasan kita dengan baik. Perhatikan bagaimana esai berjudul “Pesona Bali” ini menyampaikan gagasan-gagasannya secara sistematis.

Pesona Bali

            Siapa tak kenal Bali, pulau kecil di seberang ujung Timur Jawa ini? Pulau indah nan menawan yang dijuluki pulau dewata ini bagai magnit yang menarik wisatawan, baik domestik maupun mancanegara. Bahkan sebelum mengenal nama Indonesia, banyak wisatawan asing lebih dulu mengenal nama Bali. Ada banyak hal yang dapat dinikmati ketika mengunjungi Bali, mulai dari wisata pantai, gunung, budaya, dan lain sebagainya. Jutaan wisatawan mengunjungi Bali setiap tahunnya karena keramahan masyarakatnya, keindahan panoramanya, dan keunikan budayanya.
            Pertama, Bali menjadi tujuan wisata dunia karena keramahan masyarakatnya. Sesaat setelah wisatawan menginjakkan kaki di bumi seribu pura ini, senyum ramah penduduk Bali akan menyambut mereka. Masyarakat Bali yang sangat taat menjalankan agama Hindhu dan adat-istiadat mereka ini sangat terbuka dan menghargai para pendatang. Sistem pemerintahan desa yang kuat dengan ribuan banjar di seluruh Bali juga memberi suasana damai dan tentram bagi para wisatawan. Dengan masyarakat yang taat adat, Bali memberikan segala keramahan bagi wisatawan.
            Disamping keramahan masyarakatnya, wisatawan jatuh cinta dengan Bali karena keindahan panoramanya. Wisatawan dapat memanjakan diri dengan berjemur di pantai dengan sinar matahari yang hangat di sepanjang garis pantainya. Bagi mereka yang menyukai olah raga pantai seperti surfing, snorkeling, dan diving, Bali adalah surganya. Ombak Pantai Kuta yang bisa mencapai 2-3 meter memberikan tantangan tersendiri bagi para surfers. Tak heran kalau Pantai Kuta sering digunakan sebagai ajang pertandingan surfing internasional. Pantai lain, seperti Sanur, menawarkan keindahan batu koral dan air lautnya yang jernih. Pantai Lovina di Bali Utara memberikan atraksi lumba-lumba bagi mereka yang menyukai binatang laut. Selain pantai, wisatawan yang merindukan udara sejuk pegunungan, Bali tak kalah menariknya. Kintamani, misalnya, memberikan kesejukan dan kesegaran alami. Wisatawan dapat menikmati keanggunan Gunung Batur beserta Danau Batur yang terkenal dan penuh misteri itu. Mereka pun bisa pergi ke Sangeh dengan legenda monyetnya atau ke lereng Gunung Agung yang dipercaya sebagai tempat bersemayamnya para dewa dengan pura terbesar di Bali, Besakih. Pendek kata, dari pantai hingga gunung, panorama Bali tiada duanya.
            Yang paling mengesankan adalah keunikan budaya Bali yang sudah tersohor ke seluruh dunia. Adat istiadat yang kuat dan tidak pudar dengan derasnya industri pariwisata merupakan daya tarik tersendiri. Perayaan dan festival, baik yang bersifat keagamaan maupun adat, selalu mewarnai kehidupan masyarakat Bali. Galungan, Kuningan, Nyepi, Purnama, Ngaben, dan banyak lagi lainnya mampu menghipnotis para wisatawan. Beragam tarian yang enerjik dan dinamis akan memberikan ingatan yang tak mudah lenyap di benak wisatawan. Ini semua dibarengi dengan irama dan komposisi gamelan yang sesekali lembut, terkadang menghentak, penuh mistik. Lihatlah tari Janger yang dinamis, Pendet yang gemulai, atau Kecak yang magis. Para penarinya pun dihiasi dengan berbagai ornamen, baik baju maupun pernak-pernik lainnya, dengan beragam warna-warni yang mengagumkan. Disamping pesona festival dan tarian, hasil olah budaya penduduk Bali juga mengagumkan. Beragam hasil kerajinan Bali terkenal karena keunikan dan keindahannya. Patung, ukiran, lukisan, atau cindera mata lain dijual dengan harga terjangkau. Semua ini dapat dinikmati di pulau kecil yang dapat dicapai selama dua jam penerbangan dari Jakarta.
            Dengan pesona yang dimiliki Bali, tidaklah mengherankan bila Bali dikunjungi jutaan wisatawan setiap tahunnya. Banyak diantara mereka, sepulang liburan di Bali, mendapatkan pengalaman unik yang sering menjadi inspirasi dan semangat hidup. Jadi, kalau Anda bingung menentukan kemana akan liburan tahun ini, mengapa tidak ke Bali? (527 kata)

Contoh-Contoh Paragraf Pendahuluan
Sebagaimana telah dijelaskan dalam Menulis Pendahuluan Esai, paragraf pendahuluan dapat dibandingkan seperti gerbang yang menyambut pengunjung untuk memasuki sebuah rumah. Demikian pula paragraf pendahuluan. Paragraf ini harus dirancang sedemikan rupa agar menarik bagi pembaca sekaligus menciptakan suasana sambutan yang hangat agar pembaca melanjutkan membaca isi esai. Untuk mempermudah pembelajaran kita, berikut adalah enam tehnik yang dapat digunakan untuk membuka esai kita dengan menarik dan efektif.
1.   Tehnik Pengantar Umum
      Topik: Persoalan Banjir di Jakarta

            Sebagai ibu kota negara, Jakarta sarat dengan berbagai persoalan. Salah satu persoalan yang dari dulu sampai sekarang belum tertangani dengan baik adalah masalah banjir. Hampir setiap tahun, terutama di musim penghujan pada periode November – Februari, warga Jakarta tidak pernah merasa tenang. Banjir selalu mengancam mereka. Bencana ini selalu datang meskipun tidak pernah diundang. Bagi masyarakat yang tinggal di pinggir sungai-sungai yang membelah Jakarta, masalah ini sudah menjadi santapan rutin di musim penghujan. Secara umum, penyebab banjir di Jakarta disebabkan oleh kondisi geografis/topografis Jakarta, infrastruktur yang minimal, dan perilaku masyarakat.

2.   Tehnik Definisi
      Topik: Kategori Nilai Kebajikan Manusia

            Tidak mudah membuat batasan apa itu nilai, mengingat ada cukup banyak pendapat tentang hal ini yang saling berbeda (lihat Kluckhohn, 1962; Rokeach, 1973; Smith,  1969). Oleh sebab itu, tulisan ini membatasi makna nilai seperti yang diartikan oleh Driyarkara bahwa nilai merupakan hakikat suatu hal, yang menyebabkan hal itu pantas dikejar oleh manusia (Driyarkara, 1966:38). Lebih lanjut, Driyarkara menjelaskan bahwa nilai itu erat berkaitan dengan kebaikan, kendati keduanya memang tidak sama, mengingat bahwa sesuatu yang baik tidak selalu bernilai tinggi bagi seseorang atau sebaliknya. Sebagai contoh, cincin berlian itu baik, tetapi tidak bernilai bagi seseorang yang mau tenggelam bersama kapalnya. Kebaikan itu lebih melekat pada ”hal”-nya, sementara nilai lebih menunjuk sikap orang terhadap suatu hal yang baik. Oleh karena itu, nilai kebajikan dapat dibedakan dalam tiga kategori besar, yaitu nilai fisik, nilai sosial, dan nilai moral.

3.   Tehnik Anekdot
      Topik: Pelayanan pubik di Jakarta

            Sudah menjadi rahasia umum bahwa pelayanan publik di Indonesia sangat parah. Ada adagium yang mengatakan, ”Kalau dapat dipersulit, kenapa dipermudah?” Kejadian berikut memperkuat adagium di atas. Seorang teman yang baru pindah ke Jakarta bermaksud mengurus KTP di salah satu kelurahan di Jakarta Barat. Setelah memenuhi semua persyaratan yang diminta, teman tersebut dengan penuh percaya diri mendatangi kelurahan yang dimaksud. Sebelumnya, saya sudah mengingatkan dia agar menggunakan ”jalur belakang” guna mempercepat pembuatan KPT baru baginya. Namun, dia menolak. Dalam hati saya berkata, ”Belum tahu dia!” Singkat kata, setelah bolak-balik selama seminggu ke kelurahan, bukan KTP yang dia dapatkan, tapi kekesalan dan kejengkelan. Kisah ini menunjukkan bahwa pelayanan publik di Jakarta sangat memprihatinkan.

4.   Tehnik Rhetorical Questions
      Topik: Merencanakan liburan yang menyenangkan

            Bingung menentukan kemana Anda akan berlibur akhir tahun ini? Liburan apa yang murah-meriah namun menyenangkan buat keluarga? Mau ke pantai atau ke pegunungan? Merencanakan liburan memang gampang-gampang sulit. Tanpa persiapan dan perencanaan yang matang, liburan bukan memberi penyegaran tapi malah menimbulkan stres dan kebosanan. Kalau mau gampang, serahkan saja liburan Anda ke travel agent. Namun, liburan seperti ini membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Salah-salah pemborosanlah yang akan Anda rasakan. Untuk merencanakan liburan yang murah namun menyenangkan, ikutilah tip-tip berikut.

5.   Tehnik Reverse Direction
      Topik: Kesadaran masyarakat Jakarta akan kebersihan lingkungan

            Hidup di lingkungan yang bersih menjadi dambaan setiap orang. Lingkungan yang bersih dan tertata rapi tidak hanya menyehatkan namun juga membuat orang kerasan. Singapura menjadi salah satu negara-kota yang terkenal dengan kebersihan lingkungannya. Denda yang besar diberlakukan untuk semua orang yang membuang sampah sembarangan. Hal ini dimaksudkan untuk menjamin terciptanya lingkungan yang bersih dan sehat. Alangkah nikmatnya hidup di lingkungan yang sehat dan bersih seperti di Singapura. Sayangnya, kalau kita tinggal di kampung di Jakarta, keinginan untuk tinggal di lingkungan yang bersih dan sehat masih menjadi impian semata. Kesadaran masyarakat Jakarta akan kebersihan lingkungan masih sangat rendah. Buruknya lingkungan di Jakarta disebabkan oleh perilaku warga yang buruk, pemahaman warga yang rendah akan manfaat kebersihan, dan kurangnya kepedulian berbagai pihak akan lingkungan yang bersih.

6.  Tehnik Kutipan
      Topik: Makna kehidupan

         ”Urip mung mampir ngombe.” Demikian bunyi pepatah Jawa yang kedengarannya mengecilkan makna kehidupan. Benarkah hidup hanya sekedar mampir minum? Sedemikian singkatkah hidup sehingga kita tidak bisa berbuat sesuatu? Dalam kesempatan lain, protagonis Forrest Gump dalam filem Hollywood yang sangat populer di 1994 mengatakan, ”Life is like a box of chocholate. You never know what you’re gonna get.” Benarkah hidup tak dapat diduga dan tidak memiliki kepastian? Pertanyaan-pertanyaan semacam ini senantiasa mengusik kita. Tidak mudah untuk menjawabnya. Namun, dari kedua kutipan tersebut, kita setidaknya mempelajari tiga hal tentang kehidupan: singkat, tak terduga, dan waspada. Tiga kata sifat ini dapat menggambarkan makna kehidupan bagi manusia.





Menentukan Subjek Esai

Apa yang harus ditulis? Inilah pertanyaan yang sering diajukan oleh para penulis pemula. Umumnya mereka menghadapi kebingungan dan kekurang-percayaan diri ketika harus diminta untuk menulis. Sebenarnya, pertanyaan ini memiliki jawaban yang tidak terbatas. Anda dapat menuliskan persoalan apa pun yang  dari segala jenis topik: dari persahabatan, politik, sepatu, menjual lilin, sampai esai tentang esai itu sendiri. Satu-satunya persyaratan yang harus dipenuhi adalah bahwa penulis harus cukup memahami topik tersebut sehingga ia dapat membentuk sebuah opini.

Pertanyaan berikut adalah apa batasan dari 'cukup memahami' itu? Jawabannya juga tidak sulit. Sebagai manusia, seperti yang lain, kita pasti 'cukup memahami' dan akrab dengan banyak hal di sekitar kita: persahabatan, hubungan keluarga, pertumbuhan, makan, tidur, dan banyak lainnya. Tentunya semua itu dapat dijadikan pertimbangan dan bahan menulis esai. Hal yang perlu Anda lakukan adalah membiarkan diri berpikir, menimbang-nimbang, dan mencari informasi yang memadai tentang subjek atau topik yang ingin Anda tulis dengan banyak membaca. Semakin banyak informasi yang kita dapatkan tentang subjek yang akan kita tulis semakin paham kita akan subjek tersebut.

Bagaimanapun juga, 'pemahaman yang cukup' untuk menuliskan tema-tema spesifik memerlukan pengetahuan atau pemahaman akan disiplin ilmu tertentu. Kita mungkin bisa menulis sebuah esai mengenai topik seperti persahabatan tanpa perlu memberikan banyak fakta. Namun, untuk topik-topik seperti puritanisme atau sejenisnya, tentunya kita memerlukan informasi yang dapat diuji secara 'ilmiah'. Referensi sendiri bisa didapatkan dari banyak sumber, mulai dari buku sampai media internet. Menulis tentang bidang yang sesuai dengan minat kita juga akan sangat mempermudah dan mempercepat proses penulisan itu sendiri. Karenanya, seorang yang mempunyai hobi dalam satu bidang tertentu juga dapat disebut sebagai seorang yang memiliki 'pemahaman yang cukup'. Bahkan, sekalipun kita tidak menaruh minat yang begitu besar dalam satu bidang pembahasan, kita tetap dapat menulis sebuah esai yang baik asalkan dapat mengumpulkan banyak fakta. Dengan membaca berbagai informasi yang bisa dipertanyakan, dibandingkan, atau yang dapat Anda nilai sendiri, pengetahuan tentang satu bidang baru juga akan Anda dapatkan dengan cepat.

Menulis sebuah esai yang didasari oleh pengetahuan khusus memang cenderung lebih mudah daripada menulis esai tentang hal-hal atau pengalaman yang sudah sering ditemui di sekitar kita. Berbeda dengan kebiasaan yang sering terjadi dalam sebuah opini, seorang penulis esai hendaknya tidak boleh hanya berpegang pada 'perasaan bahwa ia benar', namun lebih beranggapan bahwa 'pikiran saya benar'. Jadi, opini yang terdapat dalam sebuah esai juga harus didasarkan pada apa yang Anda pikirkan dan bukan hanya pada apa yang Anda rasakan. Yang jelas, setiap esai harus memiliki opini, dan opini yang terbaik didasari oleh pikiran dan perasaan.

Karena itu, buka wawasan Anda dengan riset, membaca berbagai sumber, mendengarkan media, dan berbicara dengan orang yang lebih tahu tentang subjek yang akan Anda tulis. Ajukan beberapa pertanyaan berikut untuk mulai mengeksplorasi subjek:
-          Apa yang menarik dari subjek atau persoalan ini?
-          Mengapa subjek ini penting untuk dibahas?
-          Mengapa persoalan ini terjadi?
-          Apa penyebabnya?
-          Apa yang Anda rasakan terhadap persoalan ini?
-          Apa pendapat Anda?
-          Apa pengaruh persoalan ini terhadap masyarakat?
-          Dan lain-lain
Dengan mempertanyakan subjek atau persoalan yang akan ditulis, Anda akan mendapat lebih banyak informasi dan dapat memberikan opini Anda secara proporsional dan tepat.
-Z41M.36ae

Contoh Resensi Buku

Buku Pintar Penyuntingan Naskah Edisi Kedua
Oleh Pamusuk Eneste
Zoom In
Tags :


Harga : Rp. 45.000,-
Kategori :
Bahasa Indonesia
saya suka buku ini
saya sedang membaca buku ini
1 wishlist memuat buku ini.
masukkan wishlist saya
Sinopsis
Semakin suburnya dunia penerbitan dalam era informasi dan globalisasi menuntut profesionalisme dalam bidang penyuntingan (editing) naskah. Untuk itu, diperlukan sebuah buku pedoman (buku pintar) yang mengulas seluk-beluk dunia penyuntingan secara komprehensif.

Buku Pintar Penyuntingan Naskah Edisi Kedua ini menyajikan seluruh proses penyuntingan naskah dari awal hingga akhir. Pada Edisi kedua ini, penulis membahas Naskah, Penyuntingan Naskah, Penyunting Naskah, Editor, Kode Etik Penyuntingan Naskah, Pemakaian Kata Tertentu, Gaya Penerbit/Gaya Selingkung, dan Naskah Bacaan Anak, yang tidak dibahas dalam edisi sebelumnya.

Buku ini dapat digunakan sebagai pedoman kuliah penyuntingan naskah (editing) di perguruan tinggi. Para Penyunting naskah (kopieditor) dan para editor yang bekerja di penerbitan, media cetak, dan media elektronik dapat memanfaatkan buku ini. Selain itu, buku ini amat berguna bagi siapa saja yang ingin menekuni profesi di bidang penyuntingan naskah.

Buku ini juga dilengkapi dengan tips bagi penyunting naskah, beserta contoh-contoh dan latihan.

10 Langkah Praktis Menulis Esai

10 Langkah Praktis Menulis Esai

Bagi penulis pemula, menulis esai itu tidak mudah. Kesulitan utama mereka adalah bagaimana cara memulainya. Sebenarnya ada banyak teori dalam buku-buku komposisi yang menjelaskan tehnik dan cara menulis esai yang efektif. Penjelasan berikut merupakan ringkasan praktis yang diambil dari berbagai sumber sebagai panduan bagi penulis pemula. Semoga l0  langkah praktis ini membantu penulis pemula mengawali langkah penting mereka untuk berani menulis.

 
1.    Lakukan Riset
Sebelum menulis esai, lakukan riset terlebih dahulu tentang topik yang ingin Anda tulis. Pastikan bahwa Anda cukup ahli atau paham dengan topik bahasan. Manfaatkan internet, data-data akademis, perpustakaan, surat kabar, majalah, dan sumber-sumber terpercaya lain yang dapat memperkaya pemahaman Anda tentang topik yang akan Anda tulis. Buat catatan kecil dari temuan-temuan Anda dari riset. Catat pula kutipan-kutipan penting atau menarik dari riset Anda. 

2.    Lakukan Analisis
Setelah memiliki dasar pemahaman yang baik tentang topik yang akan Anda tulis, mulailah dengan menganalisis argumen-argumen atau gagasan yang Anda temukan dalam riset. Identifikasi argumen mana yang valid atau yang disertai bukti dan alasan yang kuat. Pisahkan argumen yang kuat dari yang lemah. Pada saat bersamaan pelajari bagaimana para pengarang menyajikan gagasan dalam esai mereka. Cobalah menilai esai yang ditulis orang lain.

3.    Lakukan Brainstorming
Esai yang baik memuat dan mendiskusikan gagasan orisinil. Karena itu buatlah daftar pertanyaan tentang topik yang akan Anda buat dan cobalah untuk memberikan jawaban. Renungkan dan tuliskan jawaban-jawaban tersebut pada secarik kertas. Teruslah berpikir sampai Anda mendapatkan gagasan-gagasan orisinil yang brilian untuk ditulis.

4.    Rumuskan Tesis
Ambil gagasan yang terbaik dan rumuskan dalam satu kalimat tesis. Kalimat tesis adalah kalimat yang menyatakan inti gagasan yang hendak Anda sampaikan dalam esai. Kalimat ini harus dirumuskan secara ringkas namun jelas. Esai yang baik harus memiliki kalimat tesis yang dirumuskan secara ringkas namun jelas.

5.    Buat Kerangka
Sebelum menulis, buat terlebih dahulu kerangka esai (outline). Kerangka ini akan membantu penulisan esai secara tuntas. Tulis kalimat utama (topik) dalam setiap paragraph dan tulis gagasan-gagasan penjelas dalam bentuk poin-poin untuk melukiskan isi argumen dari setiap aragraph. Atur dan petakan argumen dan gagasan Anda secara cermat sehingga esai Anda nanti akan menjadi sebuah karangan yang terpadu.

6.    Tulis Pendahuluan
Kini saatnya Anda menulis bagian pendahuluan esai. Bagian ini harus mampu menarik perhatian dan minat pembaca. Jelaskan persoalan yang akan Anda bahas secara garis besar dan arahkan pembahasan pada kalimat tesis. Pendahuluan hanyalah sebuah pengantar akan bukan penjelasan atas persoalan yang nanti akan Anda bahas di bagian isi esai. Jadi, pastikan bahwa pendahuluan Anda menarik.

7.    Tulis Paragraf Isi
Setiap paragraf isi harus fokus pada satu gagasan utama yang mendukung rumusan tesis Anda. Mulai setiap paragraf isi dengan kalimat topik. Berikan dukungan dengan menunjukkan bukti dan penjelasan yang logis atas topik utama Anda melalui kalimat-kalimat penjelas. Penjelasan ini dapat berupa contoh, data statistik, diskripsi, logika sebab-akibat, perbandingan dan lain-lain.

8.    Tulis Simpulan
Setelah menyelesaikan paragraf-paragraf isi, tutup esai Anda dengan membuat simpulan yang merangkum apa yang telah Anda sampaikan dalam esai. Akhiri paragraf simpulan ini dengan pemikiran yang gampang diingat pembaca. Ini dapat berupa kutipan, logika yang menarik, atau sebuah rekomendasi untuk melakukan tindakan.

9.    Gunakan Format MLA
Format MLA (Modern Language Association) adalah format penulisan esai yang dipakai secara internasional. Bila Anda ingin mengetahui lebih lanjut tentang hal ini, silakan melakukan riset lebih lanjut di internet. Format ini meliputi cara penulisan referensi, catatan kaki, catatan akhir, dan lain-lain.

10.  Perhatikan Gaya Bahasa
Anda belum selesai menulis esai sebelum Anda memoles gaya bahasa esai Anda. Baca ulang esai Anda dan edit bahasanya dengan memperbaiki tata bahasa, alur dan ritme kalimat, penekanan gagasan, penyesuaian tingkat formalitas bahasa, atmosfir yang ingin disampaikan, pilihan kata, dan hal-hal lain yang membuat esai Anda semakin impresif. Hindarkan esai Anda dari kesalahan-kesalahan elementer seperti salah ketik, salah ejaan, salah tanda baca seperti huruf kapital, titik, koma, dan tanda baca lainnhya. Gaya bahasa berperan penting dan membuat esai Anda mudah dicerna.

Selain 10 langkah praktis di atas, perlu juga Anda sadari bahwa menulis esai memerlukan latihan yang kontinyu. Bagi penulis pemula, jangan berharap terlalu berlebihan saat berhasil menyelesaikan esai pertama. Kesalahan mendasar yang sering dilakukan para penulis pemula adalah pemikiran bahwa mereka menganggap tulisan mereka sempurna atau luar biasa. Menulis adalah kegiatan kreatif yang senantiasa harus diasah. Semakin sering kita menulis, semakin baik hasil tulisan kita. Selamat berlatih. Z41M.36ae