Rabu, 07 Maret 2018

Journalistik

Secara etimologis, jurnalistik berasal dari kata journ. Dalam bahasa Perancis, journ berarti catatan atau laporan harian. Secara sederhana jurnalistik diartikan sebagai kegiatan yang berhubungan dengan pencatatan atau pelaporan setiap hari.

Dengan demikian, jurnalistik bukanlah pers, bukan pula media massa. Jurnalistik adalah kegiatan yang memungkinkan pers atau media massa bekerja dan diakui eksistensinya dengan baik.

Secara konseptual, jurnalistik dapat dipahami dari tiga sudut pandang, yakni sebagai proses, teknik, dan ilmu. Sebagai proses, jurnalistik adalah aktivitas mencari mengolah, menulis, dan menyebarluaskan informasi kepada publik melalui media massa. Aktivitas ini dilakukan oleh wartawan atau jurnalis.

Sebagai teknik, jurnalistik adalah keahlian atau keterampilan membuat karya jurnalistik termasuk keahlian dalam pengumpulan bahan pemberitaan seperti peliputan peristiwa atau reportase dan wawancara.

Sebagai ilmu, jurnalistik adalah bidang kajian mengenai pembuatan dan penyebarluasan informasi melalui media massa. Jurnalistik termasuk ilmu terapan yang dinamis dan terus berkembang sesuai dengan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi serta dinamika masyarakat itu sendiri.

Selain itu, jurnalistik termasuk bidang kajian ilmu komunikasi, yakni ilmu yang mengkaji proses penyampaian pesan, gagasan, pemikiran, atau informasi kepada orang lain dengan maksud memberitahu, mempengaruhi, atau memberikan kejelasan.

Menurut ensiklopedia Indonesia, jurnalistik adalah bidang profesi yang mengusahakan penyajian informasi tentang kejadian dan atau kehidupan sehari-hari secara berkala, dengan menggunakan sarana-saranapenerbitan yang ada (Suhandang, 2004:22).

Salah seorang pakar ilmu komunikasi, Onong Uchjana Effendy mengemukakan, secara sederhana jurnalistik dapat didefinisikan sebagai teknik mengelola berita mulai dari mendapatkan bahan sampai kepada menyebarluaskannya kepada masyarakat. AS Haris Sumadiria dalam bukunya Jurnalistik Indonesia mengemukakan bahwa jurnalistik adalah kegiatan mencari, mencari, mengumpulkan, mengolah, menyajikan, dan menyebarkan berita melalui media massa berkala kepada khalayak seluas-seluasnya dengan secepat-cepatnya.

Tak lepas dari beberapa pengertian yang telah dijelaskan sebelumnya, sedikitnya jurnalistik memiliki empat manfaat sekaligus fungsi jurnalistik bagi kehidupan sehari-hari, diantaranya; Pertama, jurnalistik berfungsi menghimpun dan menyebarkan informasi bagi khalayak. Kedua, jurnalistik berfungsi memberikan pendidikan bagi khalayak.

Ketiga, jurnalistik berfungsi sebagai media hiburan bagi khalayak. Keempat, jurnalistik berfungsi sebagai alat kontrol sosial dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara. Dalam istilah yang lebih politis, keberadaan jurnalistik dianggap sebagai sebagai ‘kekuatan keempat’ dalam sistem politik kenegaraan setelah legislatif, eksekutif, dan yudikatif.

Dilihat dari segi bentuk dan pengelolaannya, jurnalistik dapat dibagi menjadi tiga bagian besar; yakni jurnalistik media cetak meliputi surat kabar, tabloid, dan majalah; jurnalistik media elektronik auditif yakni radio siaran; dan jurnalistik media elektronik audio-visual yakni televisi. Setelah dunia internet berkembang pesat, jurnalistik lewat dunia maya pun turut berkembang. Kita menyebutnya jurnalisme media online. Dengan hadirnya media online menambah jumlah ragam bentuk jurnalistik.

Selasa, 06 Maret 2018

Langkah-Langkah Membuat Resensi Buku yang Baik dan Benar

Langkah-Langkah Membuat Resensi Buku yang Baik dan Benar - Tugas kuliah bisa datang dari mana saja. Salah satunya dari hal yang paling dekat dengan seorang mahasiswa yaitu buku.

Biasanya dosen akan memberikan kepada mahasiswanya tugas berupa meresensi sebuah buku baik yang sudah ditentukan maupun bebas. 

Resensi itu apa ya, Mas?


Baik, sebelum melangkah lebih jauh lagi pertama mari kita ketahui apa arti dari resensi.

Resensi adalah suatu penilaian terhadap sebuah karya. Karya yang dinilai dapat berupa buku dan karya seni yang lain. Menulis resensi tidak hanya menuliskan informasi apa yang telah didapatkan dari buku melainkan harus memberikan penilaian berupa kelebihan dan kekurangan isi buku.

Sedangkan, menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) Resensi adalah pertimbangan atau pembicaraan tentang buku; ulasan buku.

Lalu, bagaimana cara kita meresensi buku dan apa saja yang harus ada didalam resensi kita, Mas?


Nah, jika kita sudah memahami definisi resensi. Langkah selanjutnya saya akan mejelaskan tentang unsur apa saja yang harus terdapat pada sebuah resensi. Berikut adalah langkah-langkah dalam meresensi sebuah buku :

Pertama, Tentukan Buku yang akan Diresensi

Jadi sebelum membuat resensi kamu harus menentukan buku apa yang akan kamu resensi.

Kamu bisa memilih buku yang akan kamu resensi di perpustakaan yang ada di kampus mu, membeli di toko buku, mendownload buku secara digital, meminjam, atau cara lain sesuai kreativitas seorang mahasiswa.

Kedua, Baca Dahulu Bukunya

Inti dari meresensi adalah kamu harus mengulas isi dari buku seperti halnya review, jadi jika kamu saja belum membaca serta memahami isi dari buku tersebut lalu apa yang akan diulas? Jadi, sebisa mungkin baca bukunya terlebih dahulu.

Mas, bagaimana jika tidak sempat membaca karena bukunya tebel banget dan tugas resensi di kumpul besok, deadline nih?!


Tenang, jika kamu tidak memiliki waktu untuk membaca semua isi buku karena dosen hanya memberikan waktu sehari dalam menyelesaikan tugas. Kamu dapat membacanya secara sekilas atau sebagian bab yang kamu anggap itu adalah inti dari isi buku. 

Ketiga, Tulis Identitas Buku

Nah, kita sudah pada tahap pengerjaan resensi buku. Dalam meresensi yang pertama-tama kamu harus menulis identitas buku yang kamu resensi, seperti contoh di bawah ini:

Judul Buku :

Penulis :

Penerbit :

Tahun Terbit :

Cetakan :

Tebal Buku :

Harga Buku :

Baca Juga: Resensi Buku Zakat dalam Perekonomian Modern

Keempat, Biografi Penulis

Tahap selanjutnya kamu harus menuliskan secara singkat biografi penulis buku tersebut agar pembaca juga mengetahui siapa penulis asli yang menulis buku tersebut.

Menulis biografi penulis jangan terlalu lengkap dan panjang melainkan cukup secara singkat dan dapat menjelaskan siapa sih penulis bukunya.

Kelima, Latar Belakang Buku

Pastikan kamu menulis latar belakang mengapa buku tersebut ditulis secara menarik dan jelas.

Bagian ini juga dapat dibuat secara singkat namun lengkap tidak perlu terlalu panjang sehingga nantinya membuat pembaca resensi mu menjadi bosan.

Keenam, Menulis Isi Buku

Nah, bagian ini mungkin sedikit agak sulit karena kamu harus memahami isi buku terlebih dahulu kemudian kamu ceritakan lagi isi buku tersebut dalam bentuk resensi.

Berikanlah sesuatu hal agar orang lain tertarik dalam membaca isi buku tersebut.

Jadi, nantinya orang yang akan membaca resensi mu menjadi berfikir "oh jadi begini ya isi bukunya, saya jadi tertarik untuk membacanya secara lengkap" atau "wah menarik juga ringkasan isi bukunya saya jadi ingin membeli bukunya".

Baca Juga: 5 Tips Mudah Menulis Sebuah Paper Bagi Mahasiswa

Ketujuh, Kelebihan dan Kekurangan

Dalam meresensi unsur yang harus ada yaitu kelebihan dan kekurangan.

Kamu harus dapat mencari kelebihan dari buku tersebut dibandingkan dari buku-buku yang lainnya sehingga orang lain jadi tertarik dalam membaca buku tersebut.

Sebuah karya tidak akan berkembang jika tidak ada kritik dan saran.

Nah, ini juga tugas kamu mencari kekurangan dari buku yang kamu resensi sebagai kritik dan saran bagi penulis buku. Sehingga pada buku selanjutnya penulis buku tersebut dapat menciptakan sebuah karya yang lebih baik lagi dari sebelumnya.

Kedelapan, Kesimpulan

Kesimpulan disini adalah isi pokok dari sebuah buku, ungkapkan apa saja yang telah kamu peroleh dari buku tersebut. Pada bagian ini kamu juga harus memberikan sebuah saran kepada orang lain agar membaca buku tersebut dan apa ruginya bila tidak membaca buku tersebut.

Cara Menulis Resensi

CONTOH RESENSI BUKU – Hallo teman-teman selamat pagi, selamat siang, selamat sore, selamat malam apa kabar kalian semua? Tentunya baik-baik aja kan yah? Oh iya sebelumnya apakah teman-teman pernah mendengar atau terdengar sebuah kata resensi yang melintas di telinga kalian?

Baiklah akan kami jelaskan secara ringkas mengenai kata resensi agar teman-teman yang belum tahu bisa mengetahuinya. Kata resensi dipakai ketika seseorang sedang membicarakan mengenai penerbitan novel atau penerbitan buku.

Didalam artikel ini, kami akan mengulas secara lengkap tentang resensi dan juga membahas tentang contoh resensi buku yang baik dan benar

Dibawah ini kami menyediakan beberapa contoh yang lumayan cukup lengkap tentang resensi buku yang baik dan benar. Apabila kalian benar-benar sedang mengalami fase-fase kesulitan untuk meresensi buku, maka kalian sangat tepat sekali ketika kalian sedang berada di tempat ini 🙂

Contents

1 Pengertian Resensi Buku2 Tujuan Resensi3 Manfaat Resensi4 Jenis Jenis Resensi4.1 1. Resensi Informatif4.2 2. Resensi Kritis4.3 3. Resensi Deskriptis5 Unsur Unsur Resensi5.1 1. Identitas Buku5.2 2. Ikhtisar Buku5.3 3. Kepengarangan Buku5.4 4. Kelemahan & Keunggulan Buku6 Cara Membuat Resensi Buku Non Fiksi6.1 1. Menentukan atau Memilih Buku yang Hendak di Resensi6.2 2. Menulis Identitas Buku6.3 3. Menulis Sinopsis Buku atau Rangkuman Buku6.4 4. Menjelaskan Kelebihan dan Kekurangan pada Buku6.5 5. Menulis Lengkap Resensi Buku7 Contoh Resensi Buku Nonfiksi (1)7.1 Sinopsis Cewek Smart (Pintar)

Pengertian Resensi Buku

satriabajahitam.com

Berdasarkan KBBI (kamus besar bahasa indonesia), resensi ialah suatu pembicaraan buku atau ulasa tentang sebuah buku. Isi dari sebuah resensi novel atau buk ini ialah pembahasan singkat namun jelas yang memberikan ulasan dan memberikan pendapat tentang buku atau novel.

Ketika sedang meresensi buku atau sebuah novel berarti sudah menilai dan menyatakan kembali isi buku tersebut sama dengan pemikiran kalian. Yang perlu kita ketahui tentang tujuan menulis resensi ialah memiliki tujuan untuk memberikan informasi-informasi buku yang mana informasi buku tersebut sudah dibahas kepada masyarakat.

Selain itu, meresensi novel atau meresensi sebuah buku ini tidak lain untuk bertujuan menyampaikan sesuatu hal kepada si pembaca mengenai sebuah buku yang telah dibuat oleh penulis. Apakah novel atau buku tersebut memiliki nilai-nilai lebih atau tidak memeiliki nilai lebih sama sekali.

Ketika kamu telah memahami benar-benar apa itu tujuan dari meresni buku ini, maka langkah selanjutnya kalian harus mengetahui mengenai unsur-unsur apa saja yang memang benar-benar harus diperhatikan ketika sedang meresensi buku atau meresensi novel.

Terdapat dua unsur-unsur yang memang harus kita perhatikan, yakni unsur ekstrinsik dan unsur intrinsik. Ada beberapa unsur instrinsik yang memang harus benar-benar diperhatikan ialah penokohan, alut, tema, gaya bahasa, amanat dan latar.

Sementara yang termasuk kedalam unsur-unsur ekstinsik ialah latar belakang pengarang, pandangan terhadap hidup pengarang, dan juga terhadap situasi sosial.

Jikalau kalian semau telah memahami unsur-unsur ini, maka kalian akan terasa mudah ketika meresensi buku atau meresensi novel. Berikut dibawah ini ialah terdapat beberapa contoh resensi buku non fiksi yang baik dan benar.

Tujuan Resensi

creativeground.tistory.com

Meresensi buku ini memiki tujuan tersendiri, apa saja tujuan dalam meresensi buku itu? Berikut dibawah ini ialah terdapat beberapa tujuan meresensi buku:

Mengajak atau menjunjung para pembacan untuk berdiskusi lebih jauh lagi mengenai masalah-masalah yang diangkat didalam sebuah karya yang dibentuk atau dibuat resensi. Mau itu berupa seperti buku, atau berupua seperti majalah dan novel.Resensi dibentuk untuk memberikan sebuah pemahan dan juga memberikan sebuah informasi secara lebih dan jelas kepada si pembaca buku mengenai sebuah karya yang akan diresensi.Memberikan suatu pertimbangan kepada si pembaca mengenai layaknya atau kelayakan sebuah karya untuk diterbitkan dan dibaca.Memberikan sebuah jawaban dan juga memberikan sebuah informasi kepada si pembaca tentang pertanyaan-pertanyaan yang kerap ditanyakan oleh si pembaca tentang sebuah karaya yang sudah berhasil diterbitkannya.

Manfaat Resensi

luthfan.com

Berikut dibawah ini ialah manfaat-manfaat dari resensi buku yang perlu kita ketahui selaku kita ingin meresensi buku:

Sebagai bahan perbandingan dan memberikan sebuah penjelasan secara umum kepada pembaca mengenai sebuah karya dan untuk mempengaruhi mereka juga atas karya tersebut.Bisa mendapatkan imbalan atu uang dan juga buku-buku yang hendak diresensinya secara gratis langsung diberikan dari penerbit jikalau karya yang telah diresensinya sudah masuk dan tersebar di majalah atau koran.Manfaat dari resensi ini yaitu bisa dijadikan saran atau tempat atau juga media promosi buku. Buku yang telah di resensi ialah buku baru yang mana buku tersebut sebelumnya belum pernah di resensi oleh orang-orang. Dengan seperti itu, resensi ialah sebagai tempat promosi buku yang baru terbit untuk menarik sebuah perhatian orang-orang yang gemar membaca.Manfaat dari resensi ini bisa meningkatkan atau mengembangkan kreafitas yang kita miliki. Apabila kita semaking sering menulis, disitulah diri kita akan semakin terlatih untuk lebih berinovasi atau berimajinasi dalam menulis. Persoalan ini dikerjakan atau dilakukan untuk bisa meningkatkan tingkat kreativitas yang kita miliki.