Jumat, 22 Desember 2017

Contoh: Penulisan berita👇

Contoh: Penulisan berita👇

Risma Baca Puisi di Hadapan Para Seniman

Kamis, 21 Desember 2017 | 02:19 WIB

Republika/Dadang Kurnia

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Wali Kota Surabaya, Jawa Timur, Tri Rismaharini membaca puisi di Balai Pemuda Surabaya saat menghadiri ulang tahun ke- 45 Komunitas Kesenian Bengkel Muda Surabaya, Rabu (20/12) malam.

"Maaf kalau bacanya jelek ya, saya sudah lama tidak baca puisi," katanya.

Risma memilih sebuah puisi secara acak dari buku kumpulan puisi "Senandung Sanubari" karya penyair Tajuddin Nur yang diterbitkan tahun 2013.

"Judulnya 'Ya Muhaimin'," ucap Risma. Lantas mantan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Kota Surabaya itu berdeklamasi layaknya seorang penyair membacakan puisi 'Ya Muhaimin' sampai tuntas, yang mendapat tepuk tangan dari para hadirin.

Para hadirin yang sebagian besar adalah seniman kemudian meminta Risma untuk membaca sebuah karya puisi lainnya. Risma menurutinya dengan membacakan puisi berjudul "Sajak malam 14", masih karya penyair Tajuddin Nur, dari buku kumpulan puisi "Narasi Bening", yang juga diterbitkan di tahun 2013.

Kehadiran Risma pada perayaan Ulang Tahun ke- 45 Komunitas Kesenian Bengkel Muda Surabaya yang bertempat di Kompleks Balai Pemuda Surabaya menunjukkan rasa kepeduliannya terhadap seniman Kota Surabaya.

Dalam kesempatan tersebut, mantan Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Surabaya itu meluruskan kontroversi Pemerintah Kota Surabaya yang belakangan ramai diberitakan akan menggusur Kantor Dewan Kesenian Surabaya (DKS) dan sekretariat Bengkel Muda Surabaya dari Kompleks Balai Pemuda, yang selama ini dikenal sebagai tempat beraktivitas para seniman di Surabaya.

Risma pun menegaskan akan tetap membangun Balai Pemuda menjadi elit. Namun begitu, dia menjelaskan tetap akan memberi ruang kesenian di lingkungan Balai Pemuda. "Ada plaza yang tembus ke Balai Pemuda. Kami sediakan juga ruang untuk panggung kesenian," katanya.

Menurut dia, ide menjadikan Balai Pemuda sebagai kawasan elit terinspirasi dari tata ruang di Kota New York, Amerika Serikat. Menurutnya ia ingin Surabaya punya tempat pertunjukan kesenian yang elit seperti di New York. Intinya, Risma menekankan, jika kesenian mau dijadikan sebagi profesi yang profesional harus dikelola dengan serius.

Kompleks Taman Hiburan Rakyat (THR) di Jalan Kusuma Bangsa Surabaya, lanjut dia, jika kontraknya dengan Hitech Mall sudah habis, juga akan difungsikan sebagai pusat pertunjukan kesenian. Risma ingin ada beberapa lokasi yang berbagi peran untuk pertunjukan kesenian di Surabaya, semisal Balai Pemuda untuk pertunjukan kesenian modern dan THR untuk pertunjukan kesenian tradisional.

Tubuh Bisa Jadi Indikator Kebohongan

Tubuh Bisa Jadi Indikator Kebohongan

Reporter: 

Tabloid IKAPURI

Ilustrasi berbohong. Shutterstock

IKAPURI.POS. Purwoasri,  Ketika berbohong, gerak tubuh seseorang mengalami perubahan. Namun perlu diingat, tidak semua bahasa tubuh yang tidak biasa pada seseorang menandakan ia berbohong.
Stres, rasa cemas, atau rasa gugup juga bisa menyebabkan perubahan bahasa tubuh seseorang. "Orang yang jujur membuat gerakan tubuh sesaat sebelum mereka berbicara, sedangkan mereka yang berbohong membuat gerakan tubuh sesaat setelah mereka mulai berbicara," ungkap penulis Traci Brown dalam bukunya “How to Detect Lies, Fraud and Identity Theft”.
–– ADVERTISEMENT ––

Berikut cara membaca bahasa tubuh seseorang kala berbohong, seperti dilansir laman Good Housekeeping:
Ekspresi wajahMenghindari kontak mata kerap dianggap pertanda seseorang berbohong. Namun, pakar bahasa tubuh Blanca Cobb mengatakan mata dan mulut kedutan, bibir manyun, dan berkedip berlebihan adalah pertanda seseorang tidak berkata jujur. Senyum di saat yang tidak tepat juga jadi indikator seseorang berbohong.
Gerakan tanganKetika berada dalam situasi yang tidak menyenangkan, orang dewasa cenderung menenangkan dirinya sendiri. Caranya dengan menyentuh bagian tubuh seperti mulut, mata, telinga, dan hidung untuk meredakan stres atau rasa cemas. Meski setiap orang punya gestur yang berbeda, umumnya seseorang akan menenangkan dirinya dengan menekan tulang-tulang jari (knuckle cracking), sering menguap, menyilangkan kaki, mengetuk-ngetukan jari, bergumam, bergerak ke sana ke mari dengan pelan maupun cepat, dan menyentuh rambut.
Rasa gatal juga bisa timbul ketika seseorang berdusta. "Stres berdampak negatif pada ujung saraf yang menyebabkan seseorang merasa gatal," jelas pakar bahasa tubuh Patti Wood.
Rasa gatal ini umumnya muncul pada bagian mata, hidung, telinga, dan mulut. Kecenderungan lain bagi mereka yang berbohong adalah menyembunyikan tangan di bawah meja atau memasukkan tangan ke dalam saku baju kala berbicara,
Gerakan kakiKaki yang tidak bisa diam jadi pertanda seseorang merasa bersalah akibat berbohong. Menekuk atau mengetuk-ngetukan kaki menandakan kurangnya keseimbangan dalam tubuh. "Ketika melakukan ini, seseorang berkata satu hal tapi merasakan hal yang lain," kata Wood.